Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sebelum Gantung Diri, Korban Tulis Surat Permintaan Maaf

izak-Indra Zakaria • Rabu, 17 Maret 2021 - 02:52 WIB
PENEMUAN MAYAT: Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau mengevakuasi jenazah Ar (22) sesuai prosedur protokol kesehatan (15/3).
PENEMUAN MAYAT: Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau mengevakuasi jenazah Ar (22) sesuai prosedur protokol kesehatan (15/3).

TANJUNG REDEB – Seorang pemuda berinisial Ar (22), warga Jalan Milono, Kelurahan Gayam, Tanjung Redeb, ditemukan tewas gantung diri di kamarnya, sekira pukul 15.30 Wita, Senin (15/3). Kejadian ini pertama kali diketahui oleh Jamhuri yang hendak mengajak korban Salat Ashar berjamaah.

Jamhuri menjelaskan, awalnya ia naik ke lantai II rumahnya dan menuju kamar korban. Ia pun mengetuk kamar korban, namun tidak ada sahutan. Karena curiga, Jamhuri berusaha membuka pintu dengan mendobrak. Begitu pintu terbuka, Jamhuri kaget melihat tubuh cucunya sudah tak bernyawa dengan kondisi tergantung.

“Awalnya saya hendak mengajak dia (korban) salat. Kan cucu saya itu muazin di surau sekitar sini. Tapi saya ketuk pintunya tidak menyahut,” kata Jamhuri.

Menurut Jamhuri, Ar tidak ada masalah apapun dengan keluarga. Kalau ada masalah di luar, Ar selalu bercerita kepada dirinya. Terlebih dirinya mengenal Ar memang pendiam. Jamhuri menambahkan, terakhir cucunya bercerita kepada dirinya kurang lebih sepekan lalu masalah pekerjaan. Dikatakannya, setelah memberi nasihat, Ar tidak pernah lagi cerita apa-apa lagi. “Dia cerita terakhir kepada saya hanya masalah kerjaan,” tuturnya.

Jasad korban pun dibawa ke RSUD dr Abdul Rivai untuk divisum. “Kami ikuti prosedurnya. Cucu saya dibawa ke rumah sakit untuk divisum,” pungkasnya.

Lurah Gayam, Iskandar Zulkarnain yang berada di lokasi kejadian, mengatakan bahwa ia mengenal Ar karena kerap berjamaah dengan dirinya. Selama ini yang dia tahu, Ar sosok yang ramah, pendiam, dan rajin beribadah.

Ia menjelaskan, saat ditemukan di samping korban terdapat kursi yang diduga digunakan untuk penopang tubuhnya saat hendak melakukan bunuh diri. Kemudian, di leher korban ditemukan lebam membiru yang diduga akibat lilitan tali nilon yang digunakan korban mengakhiri hidupnya. “Infonya mulai pagi tidak ada turun dari kamar. Dia bunuh diri di lantai II rumahnya,” jelas Iskandar Zulkarnain.

Terpisah, Kapolsek Tanjung Redeb, Iptu Nur Hadi menuturkan, posisi korban saat ditemukan oleh pihak keluarga sudah dalam keadaan tergantung. Selain itu ditemukan sepucuk surat wasiat yang ditulis tangan oleh korban. “Isi suratnya permintaan maaf kepada keluarga,” katanya.

Nur Hadi belum bisa memastikan apa penyebab korban mengakhiri hidupnya. Pihaknya masih akan meminta keterangan dari beberapa saksi di rumah tersebut. “Dugaan sementara belum, kami masih akan dalami,” pungkasnya. (hmd/har)

Editor : izak-Indra Zakaria
#tewas