TANJUNG REDEB - Kondisi lahan pemakaman Covid-19 semakin hari semakin menyempit. Untuk mengantisipasi bertambahnya angka Kematian karena Covid-19, Pemkab Berau melalui tim Satgas Covid-19 melakukan perluasan lahan pemakaman Covid-19.
Namun, perluasan lahan pemakaman Covid-19 yang berada di Jalan Bukit Ria, Tanjung Redeb, mengalami sedikit kendala karena cuaca yang tidak menentu. Menurut Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Askar, pekerjaan perluasan lahan pemakaman tersebut ditargetkan rampung 20 hari kerja. Namun, dengan cuaca tidak menentu saat ini, kegiatan perluasan lahan terganggu.
“Sudah beberapa hari ini pengerjaan perluasan lahan itu terganggu karena kondisi tanah becek dan licin. Jadi pekerja tidak bisa dipaksakan. Sehingga pekerjaan menunggu cuaca panas,” jelasnya, Jumat (26/3).
Rencananya lahan pemakaman akan diperluas kurang lebih empat hektare. Sehingga menurutnya memang seharusnya diselesaikan dengan estimasi kurang lebih 20 hari. “Semoga cuaca membaik maka kegiatan perluasan lahan bisa kita lanjutkan.
Sebelumnya, Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sekaligus pelaksana teknis pengerjaan perluasan pemakaman, Junaidi, menjelaskan bahwa kegiatan ini sesuai hasil rapat bersama beberapa waktu lalu.
“Untuk saat ini sudah ada 73 kasus kematian yang dimakamkan di lokasi tersebut. Maka dari itu dibutuhkan perluasan, karena memang beberapa waktu lalu seperti kita ketahui bahwa jumlah kematian meningkat pesat," ujarnya, Senin (23/3) lalu.
Menurut Junaidi, dengan kondisi pemakaman Covid-19 yang sudah padat, maka sudah seharusnya diperluas dan pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk mengerjakannya. (aky/har)
Editor : izak-Indra Zakaria