Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Babi Ngepet Itu Disembelih Warga, Tokoh Agama Sebut Ada 2 Orang Mengaku Keluarga Babi Ngepet, Ingin Ambil Jenazah

izak-Indra Zakaria • Rabu, 28 April 2021 - 20:16 WIB
Babi ngepet di Sawangan Depok akhirnya dibunuh.
Babi ngepet di Sawangan Depok akhirnya dibunuh.

 Babi tertangkap warga di Bedahan, Sawangan, Depok, Jabar, akhirnya disembelih Selasa siang (27/4/2021). Semakin lama, ukuran babi ini semakin mengecil. 

Alasan dugaan babi ngepet itu disembelih tujuannya untuk mengantisipasi kerumunan warga yang menyaksikan babi tersebut. “Dari hasil kesepakatan tokoh masyarakat sekitar rencananya Babi dimusnahkan mengingat semakin lama semakin banyak warga yang berkerumun untuk menyaksikan babi itu,” kata kata Kapolsek Sawangan AKP Rio Tobing dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/4/2021). 

Saat ini babi tersebut sudah dikubur, namun dari fakta yang ditemukan di lapangan, ternyata babi tersebut jenis babi hutan. “(Sudah disembelih) jenis babi hutan, berwarna hitam, sebesar anjing dewasa,” ujarnya. 

Sebelumnya warga Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok digegerkan dengan seekor babi hutan yang diduga babi ngepet atau babi jadi-jadian di wilayah tersebut. Dugaan Babi ngepet tersebut berhasili ditangkap oleh warga Sawangan pada Senin (26/4/2021) malam.

Ketua RW 04, Bedahan, Abdul Rosad menuturkan penangkapan babi diduga jadi-jadian tersebut tidak lazim, yaitu dengan cara warga melepas pakaian yang dikenakan. Warga setempat sangat yakin bahwa babi tersebut adalah babi jadi-jadian. 

Babi ini sudah lama, dulu itu sebulan lalu udah pernah ditangkap cuma penangkapan waktu itu enggak telanjang bulat atau bugil, jadi lepas lagi,” jelas Abdul Rosad, Selasa (27/4/2021).

“Setelah menjelang beberapa minggu ini dia (babi) kembali lagi, akhirnya kita sudah sepakati dengan warga lain,” katanya. “Jadi semalam dia kembali lagi jadi proses penangkapan semalam kita telanjang dengan warga lain ada 12 orang,” katanya.

Babi ngepet yang ditangkap warga Depok.

KELUARGA MAU AMBIL 

Sementara itu tokoh agama di Bedahan, Sawangan, Depok, Ustadz Adam Ibrahim mengaku ada dua orang mendatanginya yang mengaku keluarga babi ngepet. Dia menyebut keluarga dari orang yang diduga menjadi babi ngepet ini sudah menemuinya Selasa siang (27/4).

Keluarga itu, ingin mengambil jenazah babi ngepet tersebut bila sudah menjadi manusia.  

“Ya tadi sudah ada dua keluarga yang datang, mengakui, akan mengambil keluarganya, gitu. Tapi dengan syarat diam-diam akan ketemu saya malam ini, gitu ya,” jelas tokoh agama Ustadz Adam Ibrahim di RT 2/4 Bedahan, Sawangan, Depok, Selasa (27/4/2021). “Jadi nggak mau ramai, dia mau diam-diam. Jadi ingin dimakamkan secara layak kalau sudah jadi manusia, kalau itu anaknya, keluarganya,” katanya lagi. 

“Tapi kita sudah musyawarah ke tokoh masyarakat, kita akan kembalikan jenazahnya kalau memang benar jadi manusia nanti malam, gitu. Dijemputlah keluarganya,” ucap Adam.

Seperti diketahui, hewan yang dianggap warga babi ngepet di Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat (Jabar), telah dibunuh. Tokoh agama setempat menyebut hewan itu dibunuh karena ukurannya terus-menerus mengecil.

“Iya karena semakin lama semakin mengecil. Jadi pertama kali kita dapat itu pada malam hari jam 00.00 WIB itu, ukurannya itu sedengkul, (kira-kira) di atas dengkul,” katanya.  “Makanya ketika itulah kita putuskan, pertama semakin lama semakin mengecil takut (babi itu) menghilang,” jelasnya.

“Kedua, banyaknya kerumunan massa yang datang sehingga kita ditekan oleh aparatur desa agar tidak ada kerumunan, di situlah kita mulai berdialog ke para tokoh-tokoh. Mau tidak mau harus kita bunuh,” katanya.

Adam mengatakan babi tersebut berukuran 30 cm saat dibunuh. Menurutnya, babi tersebut ditutupi bulu hitam.

“Ya jadi seperti anak babi cuma perbedaannya kalau anak babi itu belang garis, ya. Kalau ini bulu tua, bulunya gembel, hitam, tua. Jadi orang-orang yang ngerti tentang hal-hal binatang, itu mereka aneh karena anak babi nggak mungkin segini,” kata dia.

Adam mengatakan babi tersebut memakai kalung dan ikat kepala saat beraksi. Kalung yang dipakai babi itu diamankan, namun ikat kepalanya tidak ditemukan. “Kalau yang saya tahu, ikatan kepala itu adalah jubah. Kalau kalung itu adalah orang yang disebutnya rantai babi, ya itu dia,” jelasnya.

“Makanya banyak orang pintar semalam datang, puluhan orang pintar datang ingin merebut atau ingin mengambil rantai babi tersebut dengan cara mereka,” ucap Adam. (ral/int/pojoksatu)

Editor : izak-Indra Zakaria
#mistis