86 persen orangtua siswa SMP lebih dominan memilih daring. Sementara SD sebaliknya, orangtua lebih banyak memilih luring alias tatap muka di sekolah.
BALIKPAPAN – Sebagian siswa di Kota Minyak mulai beraktivitas kembali di sekolah. Terhitung selama 24-31 Mei. Ada dua kegiatan sekaligus, yakni murid kelas 6 SD menghadapi ujian sekolah, dan pelajar SMP kelas 7 dan 8 mengikuti penilaian akhir tahun (PAT).
Kepala Disdikbud Muhaimin mengatakan, sebelumnya telah dibagikan kuesioner kepada orangtua siswa. Hasilnya untuk SMP, orangtua lebih dominan mengizinkan PAT tetap secara daring sebesar 86 persen. Sementara SD mengalami kondisi sebaliknya, orangtua lebih banyak memilih luring alias tatap muka di sekolah.
Persentasenya sebesar 64 persen. “SD dominan tatap muka terutama wilayah utara dan timur karena masalah keterbatasan jaringan. Itu semua hasil kuesioner orangtua memilih,” tuturnya. Total yang mengikuti PAT SMP sebanyak 20.184 siswa dari 75 SMP. Terdapat 23 sekolah negeri dan 42 sekolah swasta.
Muhaimin menuturkan, rinciannya terdiri dari 36 SMP melaksanakan daring dengan jumlah siswa 17.301 siswa atau 86 persen. “Kemudian mereka yang mengikuti tatap muka 2.883 siswa atau 14 persen. Ada 39 sekolah yang menjalankan metode luar jaringan (luring),” ujarnya.
Jika SMP hanya menggunakan dua jenis metode, yakni memilih daring murni atau tatap muka murni. SD menggunakan tiga metode sekaligus, yaitu daring, luring, dan gabungan. Ada pun total murid SD yang menjalani ujian sekolah 11.435 siswa terdiri dari 184 sekolah negeri dan swasta.
Rincian SD yang mengikuti daring murni sebanyak 57 sekolah atau 30,98 persen. Selanjutnya, yang PTM murni atau luring 34,78 persen atau 64 sekolah. Sisanya 63 sekolah atau 34,24 persen menggunakan metode campuran. “Ada siswa yang datang ke kelas untuk luring dan tetap guru melayani daring,” sebutnya.
Menurutnya, tiga metode pilihan ini sudah terbagi rata, masing-masing 30 persen. Jadwal SD berlangsung pukul 08.00-10.30 Wita dan SMP pada 08.00 – 11.00 Wita. Siswa mendapat istirahat selama 30 menit, namun mereka harus membawa bekal dari rumah. Jadi tidak ada belanja di kantin sekolah.
“Hingga saat ini, belum ada keluhan dari SD dan SMP, semua berjalan sesuai program,” tuturnya. Dia berpendapat, kegiatan ini bisa dikatakan embrio untuk melaksanakan PTM pada Juli mendatang. Apalagi sekarang seluruh wilayah Balikpapan sudah zona hijau, kecuali tersisa 1 zona oranye di RT 10 Manggar Baru.
“Kalau tidak ada kendala selama PAT dan ujian sekolah ini, kita sudah bisa melaksanakan PTM keseluruhan,” ucapnya. Muhaimin menyebutkan, kegiatan selanjutnya untuk kelas 1-5 akan melaksanakan PAT mulai 2 – 8 Juni. Serta pengumuman kelulusan SMP pada 4 Juni dan SD pada 15 Juni. (gel/ms/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria