TANJUNG REDEB – Banjir yang melanda 14 kampung di 4 kecamatan beberapa waktu lalu, turut merendam dua SD di Kampung Long Lanuk dan Tumbit Dayak, serta dua SMP di Tumbit Dayak dan Merasa. Akibatnya, banyak buku dan peralatan sekolah lainnya rusak dan tak bisa terpakai lagi.
Kepala Dinas Pendidikan Berau Murjani menuturkan, setelah air surut pihaknya mulai menghitung kerugian yang dialami oleh empat sekolah tersebut. “Memang ada sebagian meja dan kursi yang masih bisa dipakai, peralatan elektronik juga sempat diselamatkan. Tapi banyak buku-buku yang harus diganti. Kalau diestimasikan, kerugian di empat sekolah itu bisa mencapai Rp 500 juta,” katanya kepada Berau Post kemarin (2/6).
Ia mengatakan, khusus SMP 3 Teluk Bayur yang berada di Kampung Tumbit Dayak, sekaligus akan direlokasi ke gedung baru pada tahun ajaran baru 2021, Juli mendatang. “Yang terendam kemarin memang mau pindah, karena jadi langganan banjir,” ujarnya.
Sedangkan untuk SD di Long Lanuk dan Tumbit Dayak, juga harus mengadakan perlengkapan meja dan kursi baru, karena sebagian besar rusak akibat banjir. Untuk melakukan pengadaan perlengkapan sekolah yang rusak tersebut, pihaknya sudah menginstruksikan kepada setiap kepala sekolah, agar menggunakan dana bantuan operasional sekolah dari pusat atau Bosnas.
Ia mengatakan, sekolah-sekolah yang memang menjadi langganan banjir tersebut, diupayakan akan direlokasi semua. “Itu yang menjadi PR (pekerjaan rumah) Dinas Pendidikan. Apakah bisa dipindah atau bangunannya ditinggikan. Tinggal disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” terangnya.
PTM untuk Zona Hijau
Di sisi lain, Murjani juga memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah, akan dimulai 13 Juli nanti. Namun diutamakan bagi sekolah yang berada di zona hijau Covid-19. “PTM dimulai di zona hijau dulu,” katanya.
Terkait teknisnya, akan dilakukan secara bertahap. Dimulai dengan pembatasan jumlah siswa sebanyak 30 persen dalam sekali pertemuan di dalam kelas. Dilanjutkan ke 50 persen jika proses PTM berjalan lancar, hingga akhirnya bisa 100 persen. “Yang jelas harus prokes. Tapi sekolah di empat kecamatan terdekat (Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Sambaliung, dan Teluk Bayur), kemungkinan ada penundaan,” pungkasnya. (hmd/udi)
Editor : uki-Berau Post