Gubernur Kaltim Isran Noor langsung bertolak ke Maratua saat tiba di Bumi Batiwakkal pada Rabu (2/4) lalu. Berbagai agenda sudah menunggu, hingga gubernur kembali bertolak ke Samarinda sore kemarin (4/6).
//////
MENDAMPINGI Duta Besar Seychelles untuk melanjutkan pembahasan rencana kerja sama pengembangan wisata di Pulau Maratua, menjadi agenda pertama gubernur dalam kunjungan dinasnya di Berau, Rabu lalu.
Di pulau terluar Indonesia tersebut, gubernur yang turut didampingi wakil bupati Berau Gamalis, juga melakukan pelepasan ratusan tukik ke laut lepas, sebagai upaya pelestarian penyu yang sudah menjadi ikon Berau.
Di Maratua, gubernur juga meninjau resor yang baru dibangun, yang semakin menambah banyaknya pilihan tempat menginap bagi wisatawan.
Walau hanya sehari berada di Maratua, sudah cukup untuk memberikan dampak baik bagi perkembangan wisata di Berau dan Kaltim. Terutama dari perkembangan rencana kerja sama dengan negara Seychelles.
Setelah kembali dari Maratua dan beristirahat di salah satu hotel berbintang di Berau pada Kamis, gubernur kembali menjalankan tugas kedinasannya selama di Berau pada Jumat kemarin.
Dimulai dengan bersilaturahmi dengan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang di kediaman pribadi Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK.
Seperti kembali bertemu dengan teman lama, dalam silaturahmi sambil sarapan pagi tersebut, kedua gubernur sangat akrab yang membuat perbincangan sambil menyantap nasi kuning terlihat santai.
Bahkan, bukan Ketua DPRD Kaltim beserta istri saja yang turut ikut dalam silaturahmi kedua gubernur, salah satu pengusaha Berau Hendry Oetomo dan Ketua Tim Kerja Sama Kaltim-Seychelles, turut hadir dalam silaturahmi tersebut.
Dari perbincangan santai itu pula, kedua gubernur bersama Makmur HAPK, kembali membahas rencana kerja sama kedua provinsi dalam membangun akses penghubung Kaltim-Kaltara melalui Kabupaten Berau dan Bulungan.
Ya, beberapa tahun lalu, kedua daerah pernah mewacanakan pembangunan jalan elak atau bypass, untuk mempersingkat dan meningkatkan kenyamanan akses Berau-Bulungan. Namun seiring perkembangannya, akses penghubung yang ingin dibangun berupa jalan tol.
“Sudah ada rencananya (jalan tol, red), tinggal kami bersama menindaklanjuti,” ujar Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang.
Menurutnya, dengan perbaikan akses transportasi bisa memperlancar mobilitas masyarakat di dua provinsi.
Namun sebelum memperjuangkan bersama pembangunan jalan tol, pihaknya mengajak Pemprov Kaltim untuk bersama memperjuangkan jalan nasional Berau-Bulungan, untuk mendapat perbaikan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Itu harapan kita. Sebelum tol ini, jalan yang sudah ada dibenahi juga. Mungkin kalau sekarang ini masih dua lajur, bisa dilebarkan menjadi empat lajur. “Setelah itu baru lanjut perjuangkan tolnya,” terangnya.
Dikatakan, keberadaan tol nanti rencananya akan terkoneksi dengan Kota Baru Mandiri (KBM), serta pelabuhan dan bandara di Tanjung Selor.
“Nanti akan disurvei dulu. Berapa jaraknya dari Berau-Bulungan, yang jelas bisa memberikan kenyamanan akses bagi masyarakat,” terangnya.
Selain itu, Zainal Arifin juga turut mengajak gubernur Kaltim untuk memperkuat kerja sama bidang perikanan. Sebab menurutnya, Kaltara dan Berau, memiliki potensi perikanan yang sama-sama menjanjikan.
“Misal di Berau bangun pabrik, hasil ikan di Kaltara akan dikirim ke Berau saja, tidak perlu ke luar daerah lagi. Begitu juga sebaliknya, kalau Berau ada hasil rumput laut, bisa dibawa ke Kaltara. Itu lebih lancar,” terangnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor, memberi respons positif mengenai rencana kerja sama tersebut. Menurutnya pembangunan jalan tol akan dilakukan melalui investasi yang dilakukan pihak ketiga. Pihaknya bersama Gubernur Kaltara, akan mendukung melalui perizinan dan administrasi lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jalan tol itu dibangun investor, bukan milik negara,” katanya.
Tak panjang lebar, Isran pun menyiratkan akan terbuka kepada investor yang berminat membangun tol penghubung Kaltim-Kaltara.
Sementara itu, sebagai tuan rumah, Makmur HAPK mengakui bahwa rencana pembangunan tol tersebut memang sudah lama diwacanakan.
“Dengan adanya tol, akan memudahkan akses dan meningkatkan perekonomian kedua daerah,” katanya.
Diungkapkannya, rencana pembangunan jalan elak yang sempat terhambat beberapa tahun lalu, karena rencana pembangunannya banyak melintasi kawasan budidaya kehutanan (KBK). “Tapi sekarang bisa lebih cepat mengajukan penggunaan KBK untuk pembangunan jalan,” terangnya.
Dikatakannya, pertemuan kedua gubernur di kediamannya, memiliki tujuan utama untuk membangun konektivitas dari berbagai bidang, antara ibu kota Kaltara dengan Kaltim, khususnya Berau.
“Dulu (saat menjabat bupati Berau, red) saya pernah mengajak jamaah haji dari Bulungan terbang ke Balikpapan lewat Berau, tidak perlu menyeberang ke Tarakan. Kami beri insentif, dengan menjamin makan dan kebutuhan jamaah Bulungan saat di Berau,” pungkas Makmur. (aky/udi)
Editor : uki-Berau Post