GUNUNG TABUR – Beberapa titik ruas jalan di sekitar turap RT 1 Kelurahan Gunung Tabur mulai mengalami penurunan tanah atau amblas. Kondisi inipun dikhawatirkan semakin parah, apabila tak segera mendapat penanganan.
Mengenai hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Rhadiet mengatakan, terdapat beberapa titik jalan di sekitaran turap yang mulai amblas. Pihaknya pun sudah menerima laporan terkait kerusakan tersebut.
Namun, untuk melakukan penanganan, pihaknya harus melakukan kajian secara mendalam terlebih dahulu. Sebab, penanganan daerah turap yang amblas harus dilakukan secara kompleks.
"Berbeda dengan aspal. Ketika bolong bisa langsung ditambal," katanya kepada awak media ini.
Menurut Rhadiet, apabila penanganan tersebut dilakukan tanpa kajian. Malah akan berpotensi memperparah kondisi kerusakan yang ada. "Karena berpotensi mendorong turap atau sheet piles-nya. Jadi akan membuat turap tersebut retak karena dorongan tersebut," jelasnya.
Pada tahun 2020, ia mengungkapkan, pihaknya sempat mengusulkan untuk membuat kajian, terhadap kondisi beberapa sheet piles atau turap di Kabupaten Berau. Namun, besarnya anggaran yang dibutuhkan, menghalangi rencana tersebut.
"Itu dikaji secara teknis bagaimana penanganan ketika terjadi kerusakan. Baik kerusakan karena faktor alam seperti longsor. Maupun kerusakan karena faktor lain, seperti tertabrak kapal besar dan lain sebagainya," paparnya.
Karena itu, dirinya menjelaskan, penanganan proyek turap harus disertai dengan kajian. Pasalnya, kondisi alam yang berubah-ubah dapat mempengaruhi pengerjaan dalam penanganan turap.
Lanjut Rhadiet, penyebab mulai amblasnya beberapa titik jalan di sekitar RT 1 Kelurahan Gunung Tabur, masih belum dapat diprediksi. Llantaran belum dilakukan kajian terhadap lokasi tersebut.
"Kalau dugaan sementara akibat adanya penurunan tanah di lokasi tersebut. Karena kalau abrasi, saat ini kondisi turap masih dalam kondisi baik," pungkasnya. (*/uga/arp)
Editor : uki-Berau Post