Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jaga Kepercayaan Klien dengan Profesionalitas

izak-Indra Zakaria • 2021-06-26 10:41:06
Photo
Photo

BALIKPAPAN - Masuknya pandemi pada Maret 2020 begitu mengguncang penyedia jasa pernikahan. Namun satu tahun terakhir setelah Lebaran tahun lalu, optimisme mulai dirasakan kembali. Seiring dengan kebijakan pemerintah yang memperbolehkan menggelar pernikahan walau dengan pembatasan. Untuk menjaga kepercayaan pelanggan, mereka berusaha menjaga profesionalitas.

Permintaan saat ini diklaim telah kembali meningkat. Seperti yang diungkapkan pemilik Wati Flower Decor, Wati. Selama pandemi, dirinya acap kali mendapatkan klien yang menginginkan menggelar pernikahan di gedung ataupun hotel. Untuk harga jasa dekorasi yang ditawarkan Wati cukup terjangkau dan beragam. Mulai Rp 8 jutaan.

Alasan banyak calon pengantin memilih tidak melaksanakan di rumah beragam. Tapi, hal ini dikarenakan pula tawaran promo maupun diskon yang diberikan pihak hotel sehingga lebih terjangkau. Selain itu, penerapan protokol kesehatan, pengaturan tamu yang datang serta parkir kendaraan lebih mudah.

Melalui pameran Kaltim Post Grand Wedding Expo 2021, ia berharap bisa mendapatkan banyak partner dan klien. Semakin sering diadakan pameran serupa, hal itu dikatakan sangat membantu penyedia jasa pernikahan lainnya agar tetap dapat mempertahankan usaha yang dirintis, maupun karyawan yang bekerja pada mereka.

“Yang sangat terkena dampak ialah pihak wedding organizer (WO), walaupun semua juga pasti terdampak, seperti make-up artist, catering, dekorasi karena jumlah klien turut menurun. Sejak Lebaran tahun lalu, permintaan klien mulai berdatangan kembali, tapi melihat situasi peningkatan kasus Covid-19, kami hanya bisa berharap jangan sampai kembali jatuh terpuruk,” ucap perempuan yang juga ketua Asosiasi Pengurus Dekorasi Indonesia (Aspedi) Balikpapan ini.

Ada beberapa kasus pernah dialaminya, seminggu sebelum acara pernikahan digelar, ternyata calon pengantin dinyatakan positif Covid-19. Sehingga mereka memutuskan mundur tanpa dikenakan penalti bayaran. Wati memaklumi itu, sebab ia sadar kondisi tersebut tidak ada yang menginginkan.

Lalu, dua kali terjadi pula kejadian di mana jelang H-1 si calon pengantin harus dirawat karena dikonfirmasi positif Covid-19. Sementara dekorasi sudah loading ke dalam gedung. Sehingga, ia tidak bisa mengembalikan uang pembayaran yang telah diterima.

“Kami selalu mengingatkan protokol kesehatan harus diperhatikan, sebelum pernikahan calon pengantin wajib memerhatikan kesehatan tubuh, mengonsumsi vitamin atau suplemen guna menambah imunitas tubuh, itu sangat kami sarakan,” ujarnya.

Profesionalitas dalam pelaksanaan WO menjadi jembatan. Karena kepuasan konsumen memakai jasa, secara otomatis akan ada banyak rekomendasi secara getok tular. Maka menjaga profesionalitas pelayanan jasa menjadi kunci pokok kepercayaan klien terhadap WO.

Akan tetapi, ada beberapa kasus ditemukan Hari Setiawan, owner dari WO Asikkkk Management bahwa beberapa pihak WO nyatanya malah mencederai kepercayaan klien. Contohnya dalam pengurusan izin pernikahan kepada pihak satuan tugas penangan Covid-19 yang sengaja tidak diurus, bahkan sampai memalsukan nama dan tanggal surat izin. Ataupun oknum yang mengaku dari WO yang menipu calon pengantin hingga ratusan juta rupiah.

Baginya, ketika kepercayaan tersebut telah dirusak, maka berdampak pula pada vendor maupun WO lain. Dirinya sadar, di tengah kondisi pandemi, persyaratan pengurusan pernikahan juga tidak mudah. Seperti penerapan protokol kesehatan ketat yang terkadang memicu perdebatan dan kontra baik tamu maupun keluarga calon pengantin.

Sejauh ini, Hari menilai minat klien yang menggunakan WO miliknya masih tetap sama seperti sebelum pandemi. Tidak berdampak. Harga paket WO-nya juga beragam dan bisa disesuaikan kebutuhan klien. Hari menyebut, paket WO yang ditawarkan mulai Rp 10 juta, Rp 60 juta, sampai di atas Rp 115 juta.

Bagi klien yang memilih paket paling tinggi bisa mendapatkan perjalanan liburan/honeymoon secara gratis. Bahkan bagi yang melakukan dealing di lokasi Atrium Plaza Balikpapan selama 24-27 Juni mendapatkan logam mulai secara langsung tanpa diundi.

“Bukan hanya mengatur jalannya acara agar lancar dan menyediakan berbagai syarat penunjang protokol kesehatan, tapi dari tim yang bergabung dengan WO kami juga wajib menjalani training dulu mengenai tatanan pernikahan di masa pandemi. Agar pengusaha jasa WO juga dipercaya, baik pemerintah maupun keluarga pengantin,” ungkapnya.

Guna mencegah penyebaran Covid-19, dalam pelaksanaan technical meeting dengan calon pengantin bersama para vendor guna berkoordinasi mengenai kesiapan acara. Hari juga mengatakan tidak mewajibkan pertemuan secara langsung tapi bisa menggunakan Zoom meeting. Memanfaatkan gadget atau digital secara maksimal guna menjaga komunikasi dengan baik.

“Alhamdulillah sejak tahun lalu klien sudah ada yang membayar DP dan melakukan pemesanan mulai 8-10 bulan kemarin, karena ingin melaksanakan pernikahan pada 2022 nanti,” pungkasnya. (lil/ndu/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria