Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

YUK DICOBA..!! Kopi Liberika Cocok dengan Cuaca Kalimantan

izak-Indra Zakaria • Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:47 WIB
ilustrasi
ilustrasi

TANJUNG REDEB – Dinas Perkebunan Berau mulai melirik komoditas kopi yang ada di Berau. Yakni kopi liberika, yang mulai dikembangkan di wilayah pesisir Berau.

Menurut Maria Ulfa, Analis Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan, Dinas Perkebunan Berau, kopi liberika memiliki kemampuan untuk dapat beradaptasi di berbagai jenis lahan yang ada di Berau, termasuk lahan gambut. Itulah salah satu kelebihan kopi liberika.

Ia menuturkan, penanaman kopi liberika mulai dikembangkan di Kampung Sumber Mulya, Kecamatan Talisayan. Dan saat ini sedang dikembangkan di Kampung Sambakungan, Kecamatan Gunung Tabur.

Untuk mengembangkan kopi liberika,  menurut Maria, masih agak sulit dilakukan. Sebab banyak petani lebih memilih komoditi sawit.

Maria menjelaskan, kopi liberika tumbuh baik di daerah tropis dataran rendah dengan ketinggian 400-600 meter dari permukaan laut. Namun tetap bisa tumbuh dan berbuah hingga ketinggian 1.200 meter. Suhu ideal pertumbuhannya ada pada kisaran 27-30ºC dengan curah hujan 1.500-2.500 mm per tahun.

Tanaman kopi ini bisa tumbuh dengan baik pada lahan yang tersinari penuh ataupun di bawah naungan pohon lain. Kopi liberika juga memiliki toleransi tinggi pada tanah yang kurang subur. Jenis tanaman ini bisa tumbuh di atas tanah lempung hingga tanah berpasir, serta tahan terhadap kekeringan maupun cuaca basah.

“Cuaca di Kalimantan cocok untuk pengembangan kopi jenis ini,” ucapnya.

Ia mengatakan, tantangan dari membudidayakan kopi ini sebenarnya tidak terlalu sulit, hanya dibutuhkan ketelatenan dari petaninya, mulai dari penanamannya, perawatannya, hingga pemupukannya dilakukan dengan baik dan benar. Sehingga mempengaruhi hasil panen. Jika sesuai, dalam setahun bisa berkali-kali panen.

“Kalau kopi belum terlalu dikembangkan, ya karena bukan produk unggulan. Kita akan kembangkan setelah kakao. Kita akan kuatkan juga seperti kakao kopi ini,” ujarnya.

Saat ini pihaknya masih lebih focus mengembangkan komoditas kakao. Sedangkan untuk kopi memang menjanjikan, namun untuk pengembangan lebih luas, belum bisa maksimal, karena minimnya petani kopi. Sedangkan untuk lahan sendiri, menurutnya tidak menjadi masalah.

“Kita masih kurang peminat di pengembangan kopi,” tutupnya. (hmd/udi)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Berau