Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Poros Teluk Bayur-Labanan Dikeluhkan Masyarakat, Penanganan Kewenangan Pusat

izak-Indra Zakaria • Rabu, 6 Oktober 2021 - 02:49 WIB
DIKELUHKAN: Jalan Poros Teluk Bayur menuju Labanan dikeluhkan masyarakat setempat. Karena dinilai membahayakan pengendara yang melintas.
DIKELUHKAN: Jalan Poros Teluk Bayur menuju Labanan dikeluhkan masyarakat setempat. Karena dinilai membahayakan pengendara yang melintas.

TANJUNG REDEB - Jalan Poros Teluk Bayur menuju Labanan mulai dilakukan pengupasan aspal. Namun kondisi itu justru dikeluhkan masyarakat setempat. Sebab pengupasan aspal yang dilakukan tidak segera dibenahi, malah membuat kondisi jalan poros tersebut semakin bergelombang.

Menanggapi keluhan masyarakat yang banyak disampaikan di media sosial tersebut, Staf Bidang Preservasi Jalan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Eko Dadi, mengatakan bahwa penanganan jalan yang dimaksud merupakan kewenangan pusat, karena masuk dalam ruas jalan nasional. "Sehingga kita tidak ada kewenangan untuk berbicara lebih jauh terkait tindak lanjut penanganan jalan tersebut," ujar Eko kepada Berau Post, (4/10).

Meski bukan kewenangan daerah, lanjut Eko, DPUPR Berau tetap berkoordinasi dan melihat perkembangan jalan-jalan nasional yang butuh perawatan. "Karena wilayah Labanan menuju Kota Tanjung Redeb hingga batas Kabupaten Bulungan itu statusnya adalah jalan nasional, maka pelaksanaan perbaikan, pemeliharaan, dan peningkatan jalan tersebut dilakukan pusat," lanjutnya.

Dikonfirmasi terpisah,  Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Kaltim PPK, Arista, membenarkan penanganan jalan tersebut merupakan kewenangan pusat.

"Betul, jalan yang dimaksud merupakan ruas jalan nasional. Dan kami akan melakukan penanganan dalam waktu dekat ini," jelas Arista.

Diakuinya, saat ini memang sedang dilaksanakan holding untuk titik-titik yang mengalami kerusakan. Bahkan rencana untuk pengerjaan pengaspalan jalan tersebut , rencananya dilakukan paling lambat pekan depan.

"Dana sudah ada, tinggal mengatur jadwal pekerjaan saja lagi," terangnya.

Belum dilakukannya penanganan jalan tersebut saat ini, karena asphalt set masih digunakan untuk pengaspalan stasiun area (STA) 18 Tanjung Redeb-Batas Bulungan. "Ya sementara untuk titik yang mengalami kerusakan," katanya. (mar/udi)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Berau