Berbagai macam cara digunakan orang untuk mendapatkan keuntungan, baik dengan cara yang benar ataupun dengan cara yang salah. Termasuk dengan cara melakukan penipuan untuk dapatkan keuntungan. Seperti yang terjadi belum lama ini terjadi tindak penipuan berkedok jual beli kendaraan di media sosial facebook.
Korban dari berbagai daerah, diantaranya warga Balikpapan, Samarinda, Tenggarong dan Jawa juga menjadi korban dari penipuan modus jual beli kendaraan. Yang jadi korban, salah satunya bernama Veny Febriana (20) warga yang tinggal di Jalan Satu, RT 10 Kelurahan Gunung Samarinda Balikpapan Utara, tertipu hingga Rp 128 juta.
Pada awalnya Veny berencana membeli mobil jenis Honda Jazz warna merah yang dilihatnya yang dipajang di marketplace media sosial facebook oleh seseorang bernama Dedy Saputra dengan harga Rp 130 juta.
Setelah melihat, akhirnya korban tertarik dengan mobil yang ditawarkan, selanjutnya korban menghubungi Dedy dan membuat janji untuk bertemu melihat kondisi mobil di suatu tempat.
Setelah itu Dedy membagikan lokasi melalui pesan whatsapp untuk bertemu, yaitu di kawasan Kampung Baru Balikpapan Barat. Pada saat itu tanggal 2 Oktober, Veny akan melakukan pertemuan dengan Dedy. Namun Dedy mengaku sedang berada di luar kota untuk bekerja, akhirnya korban diminta untuk bertemu dengan orang yang diakui sebagai adik pelaku.
"Saya sudah sampai di Kampung Baru di titik yang lokasi itu, terus dikasih nomor adiknya. Nggak lama saya ketemu, terus lihat-lihat mobilnya dan saya tanya atas nama siapa. Kata adiknya atas nama bapaknya. Terus saya tanya lagi apa benar ini (pelaku) kakaknya?. Dia jawab iya itu kakaknya," kata Veny kepada Balikpapan Pos, Rabu malam (20/10).
Sebelum membeli Veny melakukan pengecekan kondisi mobil, dan setelah tertarik dia pun akan melakukan transaksi. Namun Dedy sedang berada di luar kota, dan belum diketahui kapan pulangnya.
"Setelah deal, saya minta ketemuan tapi dia minta transfer aja. Nah saya sempat bingung, terus saya minta kwitansi sama dia, dan katanya mau dibuatkan sama adiknya. Terus sambil nunggu buatin kwitansi, mbaknya ini beresin mobilnya. Baru saya transfer tiga kali karena pakai MBanking di depan mbaknya itu," jelas Veny.
Setelah hari mulai petang, Veny berencana pulang. Namun tiba-tiba wanita tersebut meminta Veny masuk rumah dan bertemu dengan ayahnya. Wanita tersebut menyampaikan bahwa Dedy belum melakukan pengiriman ke pihak keluarganya dan mengakui bahwa Dedy hanyalah perantara saja. "Ya saya marah, karena tadi bilangnya kalau Dedy itu kakaknya, tapi kok baru ngaku. Nah dia ini juga nggak mau tanggungjawab, jadi kami sama-sama ke Polresta Balikpapan untuk laporan," katanya.
Namun sudah satu bulan lebih belum ada kabar lanjutan dari kepolisian dari kasus tersebut. Bahkan setelah dirinya mengunggah kasus yang dialaminya ke medsos, korban lain mulai bermunculan. "Nah ini sudah sebulanan tapi tidak ada kabar. Dan ternyata korbannya banyak, nggak hanya saya, ada yang ketipu motor dan mobil," pungkas Veny kesal. (jam/ono)
Editor : izak-Indra Zakaria