Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gojek Sumbang Rp 2,67 Triliun ke PDRB Balikpapan

Wawan-Wawan Lastiawan • Sabtu, 22 Januari 2022 - 01:03 WIB
KONTRIBUSI: Mitra dalam ekosistem Gojek tercatat mengalami peningkatan pendapatan pada 2021 dibandingkan awal pandemi. Ini menunjukkan ekosistem Gojek mampu membantu percepatan pemulihan ekonomi mitranya.
KONTRIBUSI: Mitra dalam ekosistem Gojek tercatat mengalami peningkatan pendapatan pada 2021 dibandingkan awal pandemi. Ini menunjukkan ekosistem Gojek mampu membantu percepatan pemulihan ekonomi mitranya.

BALIKPAPAN - Ekosistem Gojek kembali menunjukkan kontribusi positif pada perekonomian Balikpapan pada 2021. Solusi teknologi dan non-teknologi Gojek terbukti mampu membantu mitra driver dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lebih tangguh dan lebih cepat pulih dari dampak pandemi melalui peningkatan pendapatan pada 2021 dibanding 2020.

Ketangguhan dan peningkatan pendapatan tersebut membuat kontribusi ekonomi ekosistem digital Gojek dan GoTo Financial (di luar Tokopedia) diperkirakan menjadi sekitar Rp 2,67 triliun pada 2021 atau setara dengan 2,6 persen PDRB Balikpapan. Ini seusai hasil riset terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang berjudul “Kontribusi Ekosistem Gojek dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Balikpapan Selama Pandemi 2020-2021”.

Peneliti LD FEB UI Dr Alfindra Primaldhi mengatakan, riset ini merupakan penelitian keempat terkait dampak ekosistem Gojek yang pihaknya lakukan setiap tahunnya. Pada riset tahun ini, mereka melihat mitra dalam ekosistem Gojek mulai mengalami peningkatan pendapatan dibandingkan awal pandemi. “Ini menunjukkan ekosistem Gojek membantu percepatan proses pemulihan pada mitranya,” ujarnya, Jumat (21/1).

Temuan menarik lainnya dari riset ini adalah bagaimana layanan Gojek telah menjadi pilihan utama bagi konsumen di Balikpapan, serta kemampuan ekosistem Gojek mendukung mitra-mitranya selama pandemi. Sehingga mereka optimistis terhadap pemanfaatan platform online sebagai tempat mencari nafkah dan ingin terus bermitra dengan Gojek ke depannya. 

Adapun temuan-temuan utama riset ini adalah, ekosistem Gojek menjadi pilihan utama warga Balikpapan. Mayoritas konsumen selalu atau lebih sering memanfaatkan layanan GoRide (75 persen) dan GoCar (87 persen). 89 persen konsumen selalu atau lebih sering menggunakan layanan GoFood. 73 persen konsumen selalu atau lebih sering memanfaatkan GoSend.

Sementara itu mitra mendapatkan banyak manfaat dari platform online sebagai tempat mencari nafkah. Dua per tiga mitra driver memprioritaskan fleksibilitas waktu dalam kemitraan dengan Gojek. Fleksibilitas ini memungkinkan mereka membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga serta bebas on-bid atau off-bid kapan pun.

Sembilan dari sepuluh mitra driver GoRide menyatakan mereka tetap dapat memiliki pendapatan selama pandemi untuk menafkahi diri dan keluarga melalui kemitraan dengan Gojek. Mayoritas mitra GoRide menyatakan kemitraan dengan Gojek meningkatkan kualitas hidup mereka dan sebagian mitra GoCar menyatakan optimistis dengan masa depan lebih baik dengan kemitraan bersama Gojek.

 Para mitra mengapresiasi berbagai dukungan yang diberikan Gojek seperti potongan harga dari program Swadaya, inisiatif menjaga keamanan, kesehatan dan higienitas mitra, layanan kepesertaan BPJSTK/asuransi, dan kesempatan mendapatkan pendapatan tambahan misalnya melalui Promogo/GoCek.

Keandalan ekosistem dan solusi Gojek membantu UMKM dan pengusaha pemula terus tumbuh di tengah pandemi

Pendapatan Mitra UMKM GoFood Balikpapan rata-rata naik 82 persen pada 2021 dibandingkan 2020. Satu dari delapan mitra UMKM di Balikpapan bergabung ke GoFood saat pandemi. Satu dari tiga mitra UMKM adalah pengusaha pemula yang langsung go-digital.

Tiga dari empat UMKM percaya GoFood mendorong pertumbuhan usaha. Manfaat utama yang dirasakan UMKM dari kemitraan dengan GoFood adalah kesempatan untuk ikut dalam program promosi GoFood, kemampuan mengirim makanan via pengemudi Gojek, perluasan akses pasar, dan kemudahan pengelolaan operasional melalui aplikasi GoBiz.

“Sebagian besar UMKM menganggap biaya komisi GoFood sudah sesuai dengan manfaat yang didapatkan,” bebernya.

Alfindra memaparkan, keberadaan ekosistem Gojek membantu meningkatkan pendapatan mitra driver dan UMKM selama pandemi. Dalam penelitian ini mayoritas konsumen Balikpapan (89 persen) akan tetap menggunakan aplikasi Gojek meski tanpa promo. “Ini mencerminkan persepsi positif konsumen terhadap ekosistem Gojek sebagai platform yang mendukung masyarakat untuk tetap produktif dan aman di masa pandemi,” terangnya.

Wakil Kepala LD FEB UI Dr Paksi CK Walandouw melanjutkan, untuk tingkat nasional, kontribusi ekonomi ekosistem digital Gojek dan GoTo Financial (di luar Tokopedia) diperkirakan mencapai 1,6 persen dari PDB Indonesia atau sekitar Rp 249 triliun pada 2021. Kontribusi ekonomi ini meningkat 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Paksi, resiliensi, kecepatan pemulihan melalui peningkatan pendapatan khususnya UMKM yang berada di ekosistem Gojek, serta loyalitas konsumen berdampak positif pada pemulihan ekonomi Indonesia pada masa pandemi. Ini ditunjukkan dengan peningkatan pendapatan Mitra UMKM GoFood naik rata-rata naik 66 persen pada 2021 dibandingkan 2020.

Angka kontribusi Gojek baik di tingkat Balikpapan maupun nasional dihitung berdasarkan total pendapatan (sumbangan langsung) dari mitra driver GoRide dan GoCar di sektor transportasi darat, dan total pendapatan dari platform Gojek (sumbangan tidak langsung) dari mitra UMKM GoFood, UMKM social seller, dan mitra UMKM GoTo financial, serta dampak ekonomi ikutan (multiplier) yang pada 2020, LD FEB UI memperkirakan kontribusi ekosistem Gojek mencapai 1 persen PDB Indonesia.

Riset LD FEB UI dilakukan di 16 kota dengan responden riset ini adalah konsumen, UMKM, mitra driver dan mitra kurir yang sudah menggunakan layanan Gojek sebelum pandemi (sejak Maret 2020).

Total responden yang mengisi kuesioner secara lengkap dan dapat dilakukan analisis adalah 42.471 orang, terdiri dari 10.837 mitra driver GoRide, 9.756 mitra driver GoCar, 7.228 mitra driver GoSend dan GoKilat, 4.363 mitra UMKM GoFood, 1.728 mitra UMKM social seller, dan 8.559 konsumen. 

Mayoritas responden (95 persen) tersebar di 21 kota. Pengumpulan data dilakukan secara online dengan pendekatan simple random sampling (margin of error 2 persen, level of confidence 95 persen). (ndu)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#Advertorial