Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jembatan Masabang “Dikepung” PKL

izak-Indra Zakaria • 2022-02-05 12:54:39
-
-

SANGATTA – Keberadaan Jembatan Masabang memang memudahkan arus lalu lintas. Apalagi jembatan yang berada di atas Sungai Sangatta itu menjadi rute terdekat yang menghubungkan Kecamatan Sangatta Utara-Sangatta Selatan, sehingga warga tak perlu antre menggunakan kapal penyeberangan.

Apalagi harus takut nyemplung ke sungai. Seperti yang pernah terjadi beberapa kali, ketika pengendara dan kendaraannya tercebur karena kehilangan kontrol ketika menaiki kapal penyeberangan tadi.

Meski memudahkan pengendara, keberadaan jembatan tidak sepenuhnya memberikan dampak positif. Justru, kemunculan pedagang kaki lima (PKL), yang disebut pasar tumpah, tidak dapat dihindari. Apalagi jembatan itu berdekatan dengan pasar modern.

Walau pernah ditertibkan, nyatanya pasar dadakan itu selalu ada. Keberadaan Pasar Induk di Sangatta Selatan yang sudah dibangun diharapkan jadi pusat jual beli, belum benar-benar dimanfaatkan dengan baik.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melalui penyuluh perindustrian dan perdagangan Ahmad Dhony Evriady, memastikan segera bertindak menertibkan pasar tumpah yang menutupi sebagian median jalan.

Sabtu (5/2) hari ini, tim yang tergabung dalam Forum LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan), yakni Polri, Dishub, Satpol PP, DPU, akan memberikan sosialisasi. “Sekaligus mengimbau para pedagang agar berjualan di tempat yang sudah disediakan,” katanya. 

Pihaknya sepakat memaksimalkan sosialisasi serta pendataan kepada pemilik kios agar tidak berjualan di atas bahu jalan. Terkait penyampaian tertulis memang belum dilakukan kepada pedagang.

 “Sebenarnya sudah dilaksanakan RT, lurah, hingga camat. Tapi, tetap saja tidak diindahkan para pedagang,” singkatnya.

Terpisah, Camat Sangatta Selatan Vita Nurhasanah menyebut, pihaknya sudah sering mengimbau para pedagang melalui aparat Desa Sangatta Selatan, agar bersedia memanfaatkan gedung pasar yang sudah disediakan.

“Kami dibantu Forum LLAJ akan melakukan identifikasi dan inventarisasi. Baik untuk pedagang dan rencana rekayasa lalu lintas mengatasi permasalahan itu. Yang pasti, pedagang akan diminta memaksimalkan kios pasar yang ada,” tutupnya. (ind/k16)

Muh.yodiq

muhyodiq@gmail.com

 

 

 

Editor : izak-Indra Zakaria