BALIKPAPAN - Keindahan Pulau Balabalagan sering didengungkan. Memiliki perairan jernih serta pasir yang putih. Tidak kalah dengan Berau. Menjadi tempat sempurna bagi pencinta dunia bawah air. Cocok buat snorkeling maupun diving.
Pulau Balabalagan berada di Selat Makassar. Di lepas pantai timur Kalimantan, di tengah-tengah antara Kalimantan dan Sulawesi. Masuk administratif Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Namun, akses menuju ke sana lebih mudah dicapai dari Balikpapan.
Bahkan kata Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Balikpapan Joko Purwanto sudah banyak wisatawan Kaltim berkunjung ke Balabalagan. Akses dan biaya lebih murah membuat wisatawan ingin datang ke sana.
“Saya sudah sering menyampaikan, Balabalagan ini sangat bisa dikembangkan. Aksesnya sangat mudah 1,5-2 jam dengan kapal cepat sudah bisa sampai. Hanya saja, kita masih belum punya transportasi kapal cepat buat mengangkut wisatawan dengan kapasitas besar buat menuju ke sana,” tutur Joko akhir pekan lalu.
Potensi pariwisata Kaltim, khususnya Balikpapan sendiri sudah cukup menjual. Dengan kolaborasi dua pulau, Kalimantan dan Sulawesi ini diyakini bisa semakin meningkatkan pariwisata. Terlebih, ke depan, Balikpapan menjadi daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Hal ini, menurutnya menjadi kesempatan besar bagi masyarakat Balikpapan untuk berinvestasi. Sebelum peluang tersebut diambil pengusaha dari luar kota. Ia bahkan sangat optimistis, hanya dalam waktu 1,5 tahun investasi dari pengadaan kapal cepat tersebut bisa membuahkan hasil.
“Silakan bapak ibu investor, khususnya masyarakat Balikpapan yang ingin berinvestasi, sebelum kita tawarkan ke orang luar. Jangan sampai orang luar datang dan mereka maju, lalu kita iri. Hanya jadi penonton saja. Ini kesempatan kita buat gotong royong untuk pengadaan kapal cepat ke sana,” ungkapnya.
Pihak travel juga bisa mengembangkan paket wisata. Selain menawarkan Balabalagan, di dalam kota bisa menggelar berbagai event, termasuk olahraga. Khususnya tenis, mengingat di sini tersedia bangunan tenis stadium yang sudah pernah menggelar event berskala internasional.
“Eco tourism, sport tourism maupun wisata buatan bisa dikolaborasikan. Teman-teman di BPPD juga siap 24 jam untuk membantu Pak Wali Kota. Mengembangkan pariwisata kita dapat lebih maju lagi,” kata Joko.
Mengenai itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan telah ada pembicaraan dengan pemerintah Sulawesi Barat, yakni Polewali, Majene dan Mamuju. Tidak hanya di bidang pariwisata, secara menyeluruh kerja sama nantinya juga dilakukan di sektor lain demi pengembangan ekonomi bersama serta berkelanjutan.
Potensi dari kedua pulau sangat besar, Kalimantan dan Sulawesi memiliki wisata bahari yang indah. Digalakkan melalui BPPD dan pemkot bersinergi dengan pemerintah Sulawesi. Peluang terbuka lebar. Jika dilakukan bisa menjadi hal luar biasa serta sama-sama menguntungkan kedua pulau.
“Rencana penandatanganan MoU dikerjakan tahun ini. Karena situasi masih di tengah pandemi, paling lambat habis Lebaran nanti. Kerja sama di bidang ekonomi, pariwisata dan perdagangan,” ungkapnya.
Diakui pendapatan asli daerah (PAD) 2021 tidak mencapai target disebabkan pagebluk. Tapi, dengan inovasi tempat-tempat pariwisata baru yang dikembangkan terlebih dengan pemindahan IKN, diharapkan tahun ini PAD yang diperoleh akan lebih baik. “Untuk kapal cepatnya sudah ada. Saya kan orang kapal. Tinggal nanti saya serahkan ke BPPD,” tandasnya. (ndu/k15)
Ulil Muawanah
yin.khazan@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria