Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Incar Donor dari Jemaah Masjid

uki-Berau Post • Selasa, 12 April 2022 - 03:46 WIB
SAFARI: Relawan PMI Berau saat melakukan kegiatan donor darah di salah satu masjid di Kecamatan Tanjung Redeb.
SAFARI: Relawan PMI Berau saat melakukan kegiatan donor darah di salah satu masjid di Kecamatan Tanjung Redeb.

TANJUNG REDEB – Penuhi kebutuhan stok darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Berau safari ke beberapa masjid untuk menggalakan kegiatan donor darah.

Dijelaskan Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Berau, Yushelly Dinda Pratiwi, hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kekosongan persediaan darah selama Ramadan.

Untuk menarik perhatian masyarakat yang ingin melakukan donor darah, pihaknya juga memberikan bingkisan kepada para masyarakat.

“Kita berikan bingkisan yang berisi minyak goreng dan beberapa barang lainnya, itu kita lakukan sebagai daya tarik masyarakat yang mau melakukan donor darah,” katanya kepada Berau Post, Minggu (10/4).

Selly -sapaan akrabnya- juga menyebut, per Minggu (10/4) stok darah di PMI masih terbilang aman. Untuk golongan darah A ada sebanyak 14 kantong, 21 kantor untuk darah B, 18 kantong untuk darah O, dan 5 kantong untuk darah AB.

“Jadi untuk stok kita katakan masih terbilang aman hingga satu pekan kedepan, meski begitu kita juga masih tetap akan melakukan safari ke masjid,” sebutnya.

Hingga kini, pihaknya sudah melakukan kegiatan donor darah ke enam masjid di Kecamatan Tanjung Redeb. Bukan hanya di satu kecamatan saja, rencanaya hal serupa akan dilaksanakan di tiga kecamatan terdekat lain seperti Sambaliung, Gunung Tabur, dan Teluk Bayur.

“Akan kita sasar wilayah yang ramai seperti Gunung Tabur dan Teluk Bayur nantinya akan kita kunjungi di beberapa masjidnya untuk kita lakukan donor darah,” imbuhnya.

Namun disebutnya, yang menjadi kendala saat ini ialah jika ada permintaan darurat seperti permintaan Trombosit (Tc) yang harus memerlukan darah segar, yang waktunya kurang dari enam jam. Pasalnya saat ini pihaknya juga masih keterbatasan alat.

“Kita juga selama bekerja keterbatasan dengan alat dan kami melakukannya dengan alat seadaanya saja,” keluhnya.

Dengan begitu dirinya juga berharap agar ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam membantu pendistribusian alat yang cepat, karena diakuinya memang  saat ini alat pemprosesan darah masih minim.

“Yang tadinya jika ada alat tersebut bisa menghasilkan delapan kantong darah, dengan cara manual seperti ini kami hanya bisa mendapat satu kantong darah. Itu salah satu kendala kita dalam pendistribusian darah jenis Trombosit (Tc),” tandasnya. (aky/sam)

Editor : uki-Berau Post
#ragam