TANJUNG REDEB - Balai Besar Pengawas Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Samarinda melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar Ramadan di Pasar Ramadan, Masjid Agung Baitul Hikmah, pukul 15.00 wita, Rabu (13/4).
Kepala BBPOM Samarinda, Sem Lapik mengatakan, pihaknya ingin memastikan bahan-bahan berbahaya tidak masuk ke dalam makanan yang dijual masyarakat. Setidaknya, ada empat bahan kimia yang menjadi fokus utama pengawasan, yakni boraks, rodamin B, metanil yellow dan formalin.
"Karena ini rapid test, maka kami tidak membutuhkan waktu lama agar hasilnya keluar. Tapi nanti kalau ada temuan yang reaksi positif untuk bahan berbahaya, maka akan kami lakukan uji penegasan di laboratorium balai," jelasnya.
Ia menjelaskan, makanan berwarna cerah dan beberapa jenis makanan yang kerap terdapat bahan kimia, akan diambil sampelnya. Beberapa di antaranya adalah bakso, kerupuk, dan olahan ikan. Untuk pedagang yang ketahuan menggunakan bahan berbahaya pasti akan dilakukan penindakan berupa pembinaan.
"Jadi dengan kehadiran kami sudah menjadikan perhatian pedagang dalam memproduksi makanan harus menjamin kesehatan dan keamanan produk yang dihasilkan, sedikitnya terdapat 30 sampel yang diambil dan dilakukan tes," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi mengatakan, program sidak ini adalah giat rutin agar menjaga keamanan pangan bagi masyarakat.
"Saat ini momentumnya cukup spesial, yakni ada pasar Ramadan. Sehingga kami mengadakan pengawasan terhadap apa yang dijual di pasar ramadan, dan beberapa penjual yanga ada di pinggir jalan," tuturnya.
BBPOM juga membawa tim laboratorium ke Berau agar dapat langsung melakukan uji sampel makanan. Dirinya berharap agar tahun ini tidak ada kasus temuan penggunaan bahan berbahaya pada makanan seperti beberapa tahun sebelumnya.
"Kalau bisa kita mencakup banyak areal, sehingga kita bisa memberikan gambaran seperti apa produk yang dijual oleh masyarakat," pungkasnya.
Untuk diketahui, dari puluhan sampel yang diambil dan diuji coba, berdasarkan rapid test yang dilakukan tim laboratorium BBPOM Samarinda tidak ditemukan satu makanan pun yang mengandung bahan kimia berbahaya.(hmd/arp)
Editor : uki-Berau Post