SAMARINDA–Jika dari jadwal seharusnya, KM Queen Soya tiba sebelum siang Minggu (24/4) di Pelabuhan Kota Tepian. Namun, ada 15 boks dengan total berat 300 kilogram daging babi yang rencananya dikirim ke Kota Tepian, membuat keberangkatan dari Parepare, Sulawesi Selatan, sempat tertunda.
Tak sesuai dengan faktur pengiriman barang, daging tersebut pun akhirnya ditahan di Pelabuhan Parepare. Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Samarinda Capt Slamet Isyadi menerangkan, seharusnya KM Queen Soya tiba di Kota Tepian sekitar pukul 11.00 Wita kemarin. Namun, terjadi keterlambatan kapal laut yang memuat penumpang 526 orang tersebut baru sampai pukul 15.00 Wita. "Karena ada temuan terkait upaya penyelundupan daging babi. Instansi dari Kantor Kesehatan Tumbuhan dan Kehewanan Parepare pun melakukan proses pemeriksaan," ungkapnya.
Disebutkannya, daging babi tersebut terungkap di Parepare sebelum diselundupkan ke Samarinda. Dalam faktur, 15 boks tersebut berisi ikan kakap dan kerapu. Namun, ternyata di dalamnya daging babi. "Rencananya dikirim ke Pelabuhan Samarinda baru nanti didistribusikan. Sebenarnya yang lebih paham menyampaikan dari Karantina Tumbuhan dan Kehewanan (soal penyelundupan). Tapi proses tersebut berdampak pada waktu keberangkatan kapal ke Samarinda," jelasnya.
Disinggung soal adanya kerusakan mesin, sebab berdasarkan informasi yang berkembang mesin kapal mati satu, sehingga keberangkatan dari Parepare hanya mengandalkan satu mesin, Slamet pun menampik. Ditegaskannya, memang sempat ada masalah pada salah satu mesin kapal. Namun, bisa diatasi saat masih di tengah laut. "Waktu berangkat dari Parepare mesinnya nyala semua. Tapi rusak di tengah laut, dan itu bisa diperbaiki," ungkapnya.
Sementara itu, Kapten KM Queen Soya Suhamir menerangkan, kapal yang dia nakhodai tersebut tiba di Pelabuhan Samarinda menjelang salat asar. Seharusnya, empat jam sebelumnya tiba di Samarinda. "Karena ada pengurangan kecepatan, makanya lambat. Itu dilakukan karena dikhawatirkan kalau mesin tetap tinggi, putaran akan mengalami kerusakan," bebernya.
Dia membeberkan, berangkat dari Pelabuhan Parepare pada Sabtu (23/4) sekitar pukul 15.00 Wita. Ketika lepas jangkar, kondisi mesin dalam keadaan baik. "Memang sempat ada kerusakan mesin, tetapi kerusakan ringan. Jadi kecepatan dikurangi, sehingga terlambat tiba di Samarinda," pungkasnya. (dra/k16)
ASEP SAIFI ARIFIAN
@asepsaifi
Editor : izak-Indra Zakaria