Total panjang akses darat jalur mudik Lebaran di Kaltim sepanjang 940,75 kilometer. Dari sekian titik rawan, ruas jalan poros Samarinda-Bontang di Tanah Datar, Kutai Kartanegara (Kukar), harus diwaspadai pemudik.
BALIKPAPAN- Lokasi rawan banjir dan longsor sudah dipetakan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim menyambut arus mudik Lebaran tahun ini. Lebih lagi, di pengujung April hingga awal Mei mendatang, diperkirakan cuaca ekstrem masih akan melanda wilayah Kaltim. Terutama pada jalur jalan nasional yang digunakan pemudik.
Menurut data BBPJN, jumlah lokasi rawan banjir di sepanjang jalan nasional di Kaltim sebanyak 29 titik. Tersebar mulai Berau yang berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Utara, hingga Kabupaten Mahakam Ulu, yang berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Tengah, serta Kabupaten Paser yang berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Selatan. Seperti jalan nasional dari Berau menuju Kutim sebanyak 8 titik, lalu ruas jalan nasional dari Kutim menuju Bontang adalah 8 titik, dan ruas jalan nasional PPU menuju Paser ada 5 titik. Sementara lokasi rawan longsor, sebanyak 48 titik. (selengkapnya lihat grafis).
“Sehingga perlu dilakukan penambahan rambu penanda rawan longsor. Dan akan kita siapkan alat di sana. Untuk mengantisipasi sewaktu-waktu terjadinya putusan jalan akibat kerusakan jalan,” kata Sub Koordinator (Subkor) Bidang Preservasi BBPJN Kaltim Tri Bakti Mulianto kepada Kaltim Post. BBPJN Kaltim juga menyiapkan disaster research unit (DRU) atau peralatan mitigasi bencana yang telah disiapkan pada 16 titik jalan nasional yang sudah dipetakan rawan banjir maupun longsor.
“Untuk daerah yang rawan terjadinya kemacetan lalu lintas karena terputusnya jalan, kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan,” terang dia. Untuk diketahui, total panjang jalur utama Lebaran di Kaltim sepanjang 940,75 kilometer. Jalur utama itu terbagi empat. Pertama, ruas Bontang-perbatasan Bulungan (Kaltara) sepanjang 478,25 kilometer. Mulai Bontang-Sangatta, lalu Sangatta-Simpang Perdau, Simpang Perdau-Batu Ampar, kemudian Batu Ampar-Muara Wahau, Muara Wahau-Kelay, Kelay-Labanan, Labanan-Tanjung Redeb, dan Tanjung Redeb-Batas Bulungan.
Selanjutnya, ruas Samarinda-Bontang sepanjang 100,63 kilometer. Perinciannya, dari Simpang 3 Lempake-Sambera, Samber-Santan, dan Santan-Bontang. Kemudian, ruas Balikpapan-dalam Kota Balikpapan-Samarinda-dalam Kota Samarinda sepanjang 152,17 kilometer. Yakni, perbatasan Balikpapan-Km 38 Samboja, Loa Janan-perbatasan Samarinda, serta jalan dalam Kota Balikpapan dan Samarinda. Jalur terakhir, perbatasan Kalsel-Penajam sepanjang 209,7 kilometer. Dengan ruas jalan dari Kerang-Batas Tanah Grogot (Paser), dalam Kota Tanah Grogot, perbatasan Tanah Grogot-Lolo, Lolo-Kuaro, Kuaro-Kademan, dan Kademan-Penajam.
Menurut Tri, titik di wilayah selatan Kaltim, dari Paser ke arah PPU relatif aman. Juga Balikpapan-Samarinda. Namun, Samarinda-Bontang harus diwaspadai dan menjadi perhatian BBPJN. “Khusus di Tanah Datar (Kukar) yang masih dalam pengerjaan,” katanya. Selain itu, ruas jalan yang menjadi perhatian BBPJN Kaltim adalah ruas Sangatta-Simpang Perdau sepanjang 43,9 kilometer. Pada ruas jalan nasional itu sering terjadi banyak longsoran jalan, sehingga perlu dilakukan penambahan rambu penanda rawan longsor.
“Kemudian di wilayah Kaltim bagian tengah, dari arah Kota Bangun (Kukar) sampai ke Kubar. Akan kita siapkan alat di sana untuk mengantisipasi sewaktu-waktu terjadinya putusan jalan akibat kerusakan jalan,” jelasnya. Sementara itu, menyambut arus balik Lebaran yang diperkirakan pada 6, 7, dan 8 Mei 2022, Pemprov Kaltim berencana melakukan tes acak Covid-19 terhadap para pemudik. Itu dilakukan untuk menekan risiko penyebaran Covid-19 pasca Hari Raya Idulfitri. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim yang juga Sekretaris Satgas Covid-19 Kaltim Yudha Pranoto menjelaskan, di jalur arus balik setiap penumpang dari luar Kaltim akan dicek dulu melalui aplikasi PeduliLindungi.
"Kalau dia baru dua kali vaksin, belum booster harus colok (swab) antigen. Kalau positif akan karantina, dicatat, Peduli Lindunginya jadi hitam. Nanti kerja sama dengan KKP, dan TNI Polri," jelas Yudha. Dia melanjutkan, akan menghitung 20 persen dari pemudik akan dites acak. "Intinya, kami memberikan tindakan pencegahan kepada penumpang dari luar Kalimantan. Mudah mudahan bisa mengurangi kebiasaan buruk habis mudik terjadi lonjakan kasus," harap dia. (riz/k16)
GRAFIS
Lokasi Rawan Banjir di Ruas Jalan Nasional Kaltim Saat Mudik Lebaran 2022
Berau-Kutim:
Gunung Tabur-Usiran: 2 titik
Usiran-Tanjung Batu: 2 titik
Labanan-Tanjung Redeb: 3 titik
Simpang Perdau-Batu Ampar: 1 titik
Kutim-Bontang:
Bontang-Sangatta: 4 titik
Santan-Bontang: 3 titik
Simpang 3 Lempake-Sambera: 1 titik
PPU-Paser :
Kuaro-Batu Aji: 5 titik
Kubar-Mahulu :
Barong Tongkok-Mentiwan: 2 titik
Simpang 3 Damai-Barong Tongkok: 3 titik
Simpang Blusuh-Simpang 3 Damai: 1 titik
Simpang Blusuh-Batas Kalteng: 2 titik
Gusig-Simpang Blusuh: 4 titik
Lokasi Rawan Longsor
Berau-Kutim :
Tanjung Redeb-Batas Bulungan: 1 titik
Usiran-Tanjung Batu: 1 titik
Labanan-Tanjung Redeb: 1 titik
Baru Ampar-Muara Wahau: 1 titik
Simpang Perdau-Batu Ampar: 3 titik
MA Lembak-Pelabuhan Ronggang (Sangkulirang): 5 titik
Sangatta-Simpang Perdau: 1 titik
Kutim-Bontang :
Bontang-Sangatta: 9 titik
Santan-Bontang: 6 titik
Simpang 3 Sambera-Santan: 1 titik
Samarinda-Kukar
Batas Kota Tenggarong-Senoni: 3 titik
Wolter Mongonsidi (Tenggarong): 1 titik
Simpang 3 Senoni-Kota Bangun: 3 titik
Samarinda-Balikpapan
Jalan Soekarno-Hatta: 1 titik
Kukar-Kubar
Kota Bangun-Gusig: 3 titik
Kubar-Mahulu
Simpang Blusuh-Batas Kalteng: 3 titik
Gusig-Simpang Blusuh: 3 titik
PPU-Paser
Kuaro-Kademan-Penajam: 1 titik
Batu Aji-Kuaro: 1 titik
Jumlah Lokasi Rawan Banjir di Jalan Nasional Kaltim adalah 48 Titik
Sumber : BBPJN Kaltim
Editor : izak-Indra Zakaria