Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tabrak Safety Dolphin Jembatan, Pemilik Kapal Pastikan Tanggung Jawab

izak-Indra Zakaria • Selasa, 31 Mei 2022 - 03:19 WIB
CEK KONDISI JEMBATAN: Kepala KUPP Tanjung Redeb Hotman Siagaan, mengecek kondisi safety dolphin Jembatan Gunung Tabur yang rusak usai disenggol tongkang pengangkut batu bara, Sabtu (28/5) lalu.
CEK KONDISI JEMBATAN: Kepala KUPP Tanjung Redeb Hotman Siagaan, mengecek kondisi safety dolphin Jembatan Gunung Tabur yang rusak usai disenggol tongkang pengangkut batu bara, Sabtu (28/5) lalu.

TANJUNG REDEB – Kapal TB Hector 107/TK. TSM 26 yang memandu tongkang pengangkut batu bara, menabrak safety dolphin Jembatan Gunung Tabur, sekitar pukul 14.00 Wita, Sabtu (28/5).

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tanjung Redeb Hotman Siagian mengatakan, sejak mendapat informasi insiden tersebut, dirinya bersama jajarannya langsung melakukan pemeriksaan dan meninjau kondisi jembatan yang habis tertabrak tongkang.

“Sudah (pemeriksaan, red) dan ini baru selesai,” ujarnya saat ditemui di kantornya (29/5). Kronologis kejadian, ujar Hotman, pada pukul 13.00 Wita, Sabtu (28/5), Kapal TB Hector 107/TK. TSM 26 yang berangkat dari jetty PT Itacha Resources menuju ke muara pantai. Saat akan melintasi bawah Jembatan Gunung Tabur pada pukul 14.00 Wita, petugas pandu di atas kapal dengan posisi kapal tegak lurus dengan tongkang berjarak 50 meter. Pukul 14.10 Wita posisi TB. Hector 107/TK.TSM 26 melintang Jembatan Gunung Tabur dengan posisi tongkang haluan cenderung ke kanan dan buritan terbawa arus ke kiri.

Dalam kegiatan pemanduan tersebut, petugas pandu menyarankan agar menaikkan revolution per minute (RPM) maksimal. Dan TB. Hector 107/TK. TSM 26 meminta kapal tunda untuk menahan mundur tongkang, namun karena arus Sungai Segah yang deras, sehingga haluan tongkang tidak berubah ke kiri yang membuat haluan tongkang tidak dapat dikendalikan. “Sehingga tongkang menyenggol safety dolphin Jembatan Gunung Tabur. Setelah kejadian tersebut, maka kapal diarahkan ke tempat aman,” terangnya.

“Jadi faktor utamanya itu karena arus yang deras,” sambungnya. Hotman melanjutkan, setelah dilakukan pemeriksaan dan pertemuan dengan pemilik kapal, yakni PT Pelayaran Trans Sarana Makmur, pemilik kapal siap bertanggung jawab penuh untuk perbaikan safety dolphin tersebut.

“Iya bersedia bertanggung jawab penuh. Kami buatkan surat pernyataan untuk siap menanggung semua biaya perbaikan,” jelasnya. Sementara itu, perwakilan PT Pelayaran Trans Sarana Makmur, Evriansyah, mengatakan sesuai dengan pernyataan yang telah diteken Direktur PT Pelayaran Trans Sarana Makmur, Hendri, pihaknya memastikan kesiapan untuk melakukan perbaikan. “Kami siap bertanggung jawab, karena ini murni kesalahan dari kami,” singkatnya. (hmd/udi)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Berau