Berbagai cara ditempuh Pemkot Samarinda untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya menjadi penyedia air bersih untuk kapal-kapal yang melintasi jalur sungai Mahakam.
SAMARINDA–Untuk mewujudkan rencana tersebut terwujud, dua perusahaan daerah (perusda) yakni Perumda Varia Niaga dan Perumdam Tirta Kencana didorong berkolaborasi.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menerangkan, pihaknya telah berdiskusi dengan perusahaan yang memiliki konsesi perihal suplai air bersih di sepanjang Sungai Mahakam. Agar kerja sama bisa terjalin, maka dua perusda akan bekerja sama.
“Sehingga yang terjalin adalah kerja sama business to business. Kami (pemkot) siap mempermudah regulasi,” ucapnya di sela grand launching pelayanan jasa assist di Dermaga Mahakam Ilir, Kamis (30/6).
Direktur Perumda Varia Niaga Syamsudin Hamade menuturkan, pihaknya telah melakukan survei di beberapa titik potensial. Utamanya intake-intake perumdam di Sungai Mahakam. “Misalnya di intake IPA Gunung Lipa dan intake IPA Pulau Atas,” ucapnya, Kamis (30/6).
Saat ini, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan pihak swasta pemegang konsesi untuk menentukan nilai jual air serta persentase bagi hasil tiap transaksi. Namun, dia memastikan rencana ini segera dilaksanakan.
“Target Juli hingga Agustus mendatang. Kami terus berkoordinasi termasuk dengan pihak perumdam untuk menyiapkan instalasi penyaluran air bersihnya,” ujar dia.
Atas kerja sama ini, Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Samarinda Ali Rachman AS menuturkan, pihaknya siap mendukung program ini. Termasuk dari sisi pemasangan instalasi pipa air bersih menuju titik penyaluran ke kapal.
Tiga titik akan diusulkan, selain dari dua titik di atas ditambah intake Gajah Mada IPA Tirta Kencana. “Tiga titik ini layak untuk melaksanakan kegiatan penyaluran air bersih,” ucapnya, Jumat (1/7).
Namun, pihaknya mewanti agar di tiap titik yang disetujui untuk penyaluran air dipasang vender minimal tiga unit. Hal ini untuk meminimalisasi terjadi benturan kapal dengan intake, akibat arus sungai.
“Kalau sampai rusak malah menimbulkan masalah baru. Biasanya pemasangan instalasi pengamanan tersebut paling lama satu bulan,” ujarnya. (kri/k8)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : izak-Indra Zakaria