Wisata pemandian kolam air panas Danom Layong di Kelurahan Long Kali sudah berdiri sejak 2009. Namun, lima tahun belakangan destinasi wisata ini mulai sepi peminat.
KINI sudah ada dua kolam. Awalnya hanya satu kolam air panas yang cukup luas dengan bangunan cor di pinggirannya dan ditambah bangunan jembatan kayu mengelilingi kolam.
Pada 2014 digali kolam kedua, yang juga terdapat sumber panas, dengan bangunan cukup menarik, layaknya kolam renang modern, dengan bangunan cor dilapisi keramik di pinggiran kolam.
Airnya jernih namun terlihat hitam, karena dasar kolam yang berlumpur, dan banyak tumpukan putih mengambang di atas air yang disebut belerang.
Camat Long Kali Pujiono mengatakan, demi menunjang inovasi kemajuan wisata, perlu dukungan dari berbagai pihak, di antaranya perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Paser.
"Sebenarnya perlu dukungan dari seluruh pihak terutama para investor yang beroperasi di Kecamatan Long Kali," Kata Pujiono, Kamis (14/7).
Dengan adanya dukungan penuh, kolam ini akan kembali ramai seperti awal buka dulu. Danom Layong yang diartikan dalam bahasa suku Paser berarti air panas.
Tak hanya berkunjung, banyak wisatawan datang juga ingin berobat, karena airnya yang dipercayai masyarakat dapat mengobati penyakit kulit.
Lokasi kolam ini berada di lahan gambut, tak heran jika menuju kolam air panas, melewati jembatan kayu yang telah dibangun. Tapi di lokasi juga banyak tumpukan bebatuan besar.
Sarana pendukung telah dibangun pengelola, seperti musala, gazebo, toilet, dan terdapat panggung. Pengelola kolam Heri mengatakan, panggung dibangun sebagai lokasi hiburan pengunjung, jika di waktu tertentu digelar acara musik.
Heri mengatakan, sejak masyarakat sekitar mengetahui sumber air panas tersebut, kolam air panas tersebut dijadikan wisata yang dibangun pemerintah.
"Pengunjung sempat ramai periode 2010, pernah sampai laku 3.000 tiket masuk, sampai dari luar daerah. Sempat juga turis asing berkunjung," kenangnya.
Sepinya pengunjung saat ini, diakuinya karena beberapa faktor. Di antaranya akses jalan yang telah rusak, sehingga sulit dilewati dan bangunan pendukung seperti jembatan mulai rusak.
Sejak 2009 sampai lima tahun ke depannya masih ramai. Setelahnya sampai sekarang mulai berkurang, selain akses jalan yang telah rusak, tidak ada perawatan untuk bangunan pendukung yang ada, karena sudah banyak yang rusak.
Masyarakat Long Kali maupun dari kecamatan lain di Kabupaten Paser banyak lebih memilih berwisata ke pantai di wilayah Penajam Paser Utara (PPU) yang tidak terlalu jauh. Ada juga yang sekalian menyeberang ke Balikpapan. (jib/far/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria