TANJUNG REDEB – Walau sudah masuk akhir Juli, rencana perbaikan Jembatan Sambaliung terus berproses. Dijelaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, lelang perbaikan jembatan tersebut telah dilaksanakan. Bahkan sudah tahap kontrak dengan kontraktor pelaksana.
Dijelaskannya, sesuai hasil sosialisasi terkahir, disepakati bahwa pembangunan pelabuhan atau dermaga di jalur alternatif yang akan dibuka saat Jembatan Sambaliung ditutup total, akan dibangun pihaknya. Sementara Pemkab Berau dibebankan untuk menyediakan kapal penyeberangan untuk pengangkutan orang dan kendaraan. Pembagian tugas tersebut sudah sesuai kesepakatan pada hasil pertemuan dalam sosialisasi terakhir bersama Pemkab Berau.
Progresnya, lanjut dia, dalam waktu dekat pihaknya akan membangun dermaga di dua kawasan. Yakni di Gang Indah, Limunjan, Kelurahan Sambaliung, dan di kawasan Singkuang, Tanjung Redeb. Termasuk jika memungkinkan, akan dibuat juga dermaga di samping Jembatan Sambaliung, yang akan dikhususkan untuk penyeberangan kendaraan roda dua.
“Malah saat ini kami berharap sudah ada kepastian kesiapan kapal dari Pemkab Berau. Karena kami tidak akan bongkar jembatan sebelum pengalihan lalu lintas bisa dilakukan," ujarnya saat dihubungi Berau Post, (24/7).
Selain menyediakan kapal, Pemkab Berau juga yang bertanggung jawab melakukan pengaturan penyeberangan di jalur alternatif nantinya. “Itu juga sesuai kesepakatan. Jadi sesederhana itu saja. Kalau Berau sudah siapkan kapalnya, kami bangun pelabuhan, perbaikan jembatan dilaksanakan," jelas Aji.
Untuk membangun Dermaga, pihanya sudah bisa memastikan bisa segera dilaksanakan, tapi baru di lokasi Gang Indah, Limunjan. Sementara untuk dermaga di kawasan Singkuang, pihaknya terlebih dulu akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, karena masih ada persoalan sosial yang harus diselesaikan dengan masyarakat setempat. “Yang bisa dipastikan di Gang Indah itu. Dalam waktu dekat itu yang mau dikerjakan. Nanti tim kami ke sana (Berau) lagi," lanjutnya.
“Pemprov nantinya juga akan melakukan pelebaran jalan sepanjang 300 meter dari titik dermaga. Kita perluas jalannya dengan agregat,” sambung dia.
Sementara itu, tim percepatan perbaikan Jembatan Sambaliung dari Pemkab Berau, sedang menunggu perencaanan final perbaikan jembata dari pihak Provinsi Kaltim.
"Kalau sudah ada perencaanan resminya, nanti bagaimana dan apa maunya, baru kami bisa mengambil tindakan," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Andi Marewangeng, yang masuk dalam tim percepatan perbaikan Jembatan Sambaliung.
Dia mengatakan, Dishub Berau ditunjuk sebagai leading sector dari tim percepatan tersebut, untuk mengatur rekayasa lalu lintas ketika jembatan ditutup total. Terdiri dari, Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP), Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan Badan Perencaanan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau.
"Untuk sementara kami sudah beberapa kali mengadakan rapat untuk mengantisipasi ketika Jembatan Sambaliung ditutup total," jelasnya.
Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 22/2009 perihal Lalu Lintas dan Angkutan Umum, Dishub Berau diberi kewenangan mengatur lalu lintas jalanan. Untuk itu, pihaknya akan mengatur supaya ketika jembatan ditutup, tidak terjadi kemacetan di jalan alternatif yang telah disediakan.
"Jangan sampai ada penumpukan kendaraan di situ. Tugas utama kami itu dulu," tegasnya.
Sesuai keinginan Wakil Bupati Berau Gamalis pada rapat terakhir, lanjut Andi, jalur alternatif akan dibuka selama 24 jam. Pihaknya akan menurunkan sebanyak 29 personel untuk berjaga di dua titik pos jaga.
"Paling tidak ada tiga shift. Agar petugas tidak kelelahan berjaga karena harus berbagi tugas jaga yang lain," sambungnya.
Terkait kapan dimulainya, masih menunggu jawal pastinya dari provinsi. Tetapi, pihaknya siap membantu jika dibutuhkan.
"Nanti kita lihat perkembangan kebutuhan di lapangan apa saja dan membutuhkan berapa orang. Kalau misal overload, tentu kami membutuhkan tambahan personel lintas sektor," ungkapnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Berau Gamalis membentuk tim percepatan perbaikan Jembatan Sambaliung, guna mempersiapkan berbagai kebutuhan selama jembatan tersebut ditutup untuk perbaikan. Berbagai rekayasa pengalihan jalan sudah direncanakan.
"Tim yang dibentuk akan mengatur skema pengalihan jalan dari Sambaliung menuju Tanjung Redeb maupun sebaliknya," ucapnya.
Sosialisasi persiapan penutupan Jembatan Sambaliung juga segera dilakukan kepada masyarakat. Agar masyarakat yang akan menyeberang melalui jalur alternatif lebih siap. Seperti, para pedagang yang membutuhkan sembako atau pengusaha yang memiliki kegiatan proyek, sebaiknya segera mengangkut barang mereka dalam jumlah banyak sebelum jembatan ditutup.
"Maka sosialisasi itu sangat diperlukan. Karena banyak hal yang perlu dilakukan sebelum jembatan resmi ditutup total," terangnya. (mar/udi)
Editor : izak-Indra Zakaria