Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Aset Berharga Jadi Objek Wisata

uki-Berau Post • 2022-08-23 07:02:37
BANGUNAN BERSEJARAH: Gedung Kamar Bola yang berada di Kelurahan Teluk Bayur, dicanangkan akan menjadi salah satu objek wisata sejarah di Kabupaten Berau.
BANGUNAN BERSEJARAH: Gedung Kamar Bola yang berada di Kelurahan Teluk Bayur, dicanangkan akan menjadi salah satu objek wisata sejarah di Kabupaten Berau.

TANJUNG REDEB – Bumi Batiwakkal - sebutan Kabupaten Berau - memiliki banyak tempat peninggalan bersejarah. Salah satunya bangunan kamar bola yang berada di Kelurahan Teluk Bayur. Bangunan yang menjadi saksi kejayaan industri batu bara di masa kolonial tersebut, akan dimaksimalkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menjadi objek wisata sejarah.

Wacana tersebut juga direspons positif oleh wakil bupati Berau Gamalis. Dirinya menjelaskan, bangunan bersejarah yang ada di Teluk Bayur tentunya adalah aset berharga Pemkab Berau. Sehingga menurutnya perlu dijaga dan dirawat agar tidak termakan oleh zaman. “Jadi memang ini adalah aset kita semua, karena memang Kecamatan Teluk Bayur adalah salah satu kecamatan yang memiliki banyak tempat peninggalan sejarah,” ujarnya kepada awak media belum lama ini.

Menurut Gamalis, jika tempat bersejarah bisa dimanfaatkan dengan baik, menurutnya bisa menjadi objek wisata di kawasan perkotaan. Yang nantinya bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).  “Jadi ini bisa menjadi sektor wisata tengah. Jadi bukan hanya keraton, kuliner, dan budayanya, tapi juga ada wisata kota tua di Teluk Bayur ini yang perlu kita pertahankan, perlu kita tingkatkan untuk diketahui oleh masyarakat banyak,” katanya.

Karena menurutnya, tempat peninggalan sejarah yang saat ini ada di Teluk Bayur adalah salah satu aset yang sangat bagus. Di mana, jika bisa ditata dengan baik, akan menjadi tempat wisata yang bisa diburu para wisatawan bahkan dari mancanegara. “Tidak hanya di lingkup Kaltim. Tapi juga di seluruh Indonesia bahkan sampai ke mancanegara. Saya kira banyak dari kawan-kawan kita, anak cucu yang datang ke sini hanya untuk bernostalgia dan mengetahui jejak-jejak peninggalan sejarah yang ada di Teluk Bayur,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Berau Ilyas Natsir, mengaku saat ini Pemkab Berau terus berupaya meningkatkan pengelolaan peninggalan bersejarah yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Berau, terutama di Teluk Bayur.

Menurutnya saat ini beberapa bangunan bersejarah yang ada di Teluk Bayur, tengah didata oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Berau, untuk kemudian kepengurusannya diserahkan kepada Disbudpar.  “Jadi nanti untuk kepengurusan akan diserahkan kepada kita (Disbudpar, red) dan informasi yang saya terima terakhir, saat ini sedang diproses, kita tunggu saja,” ujarnya kepada awak media, belum lama ini.

Dirinya mengaku, dalam pengelolaan bangunan bersejarah tersebut nantinya, pihaknya akan menggandeng pihak ketiga. “Pertama, mungkin kita akan tingkatkan jalan menuju bangunan kamar bola yang di atas bukit, yang menghadap ke sungai. Tentu dengan menggandeng pihak ketiga,” ungkapnya.

Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) itu menyebut, pihaknya akan menggandeng salah satu perusahaan batu bara di Kabupaten Berau, dikarenakan bangunan kamar bola tersebut merupakan bekas kantor Steinkollen Matschappy Parapattan (SMP) yang bergerak di industry batu bara di masa penjajahan Belanda. “Karena berhubungan dengan pertambangan, sewajarnya kita ajak perusahaan tersebut untuk ikut andil dalam prosesnya,” kata Ilyas. (aky/udi)

Editor : uki-Berau Post
#infrastruktur #pariwisata