SANGATTA - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN group) menandatangani nota kesepahaman pembentukan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di enam desa pada Selasa (30/8).
Acara itu berlangsung di Lapangan Desa Karya Bakti Kecamatan Muara Wahau Kutai Timur (Kutim) dan dihadiri pihak DSN Group serta perwalian lima desa dari Kecamatan Muara Wahau, yaitu Desa Muara Wahau, Desa Dabeq, Desa Diaklay, Desa Benhes, Desa Nehas Liah Bing, dan satu perwalian Desa Miau Baru yang masuk dalam Kecamatan Kongbeng.
Di acara yang sama DSN Group juga menyerahkan bantuan sarana-prasarana (Sarpras) Pemadam Konvensional kepada enam kelompok Tani Peduli Api di enam desa tersebut. Acara ini juga dirangkai pelaksanaan apel kesiapsiagaan karhutla.
Mewakili sambutan dari DSN Group, Wakil Management Region Head Area 1 Kaltim, Mulyadi menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan DSN Group dalam meminimalkan isu Karhutla di wilayah Kalimantan Timur, khususnya area operasional DSN Group yakni Muara Wahau. Hal ini juga bagian dari dukungan DSN Group dalam memfasilitasi Dinas Perkebunan Kutim dalam pembentukan KTPA yang diharapkan juga bisa diikuti desa-desa lainnya di Kalimantan Timur.
Tak hanya itu, DSN Group juga bekerjasama dengan Polda Kaltim dan pihak Telkom dalam pemasangan CCTV program Digital Asap.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Muara Wahau, AKP Asriadi, SH., MH., menyampaikan bahwa selama ini pihak yang membantu pencegahan dan pemadaman karhutla secara sukarela masih sangat sedikit. Dengan demikian diharapkan akan banyak pihak yang mengikuti langkah DSN Group dalam memerangi Karhutla.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak akan berhenti dalam mengatasi masalah kebakaran, dan dukungan DSN Group dalam hal ini menjadi contoh yang baik dan sangat bermanfaat untuk kepentingan bersama," ujar Kapolsek Muara Wahau.
Hadir juga dalam acara tersebut Kapolres Kutim yang diwakili Kapolsek Muara Wahau, Kadisbun Kutim yang diwakili Kabid Perlindungan Disbun Kutim, jajaran Muspika Kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng, para kepala desa, kepala adat dan BPD di enam desa. (*/la)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan