BALIKPAPAN- Meningkatnya kasus demam berdarah (DBD) di Balikpapan menjadi sorotan semua kalangan, khususnya pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan. Hal tersebut berdasarkan data lonjakan yang dirilis oleh provinsi hingga 27 September 2022 terdapat 1033 kasus. Di mana sebelumnya, di bulan Agustus tercatat sebanyak 610 kasus. Dalam jangka satu bulan terjadi lonjakan 400 kasus DBD dan 3 diantaranya mengakibatkan kematian. Menyikapi hal tersebut, Pemkot Balikpapan melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan bergerak cepat dalam meredam kasus lonjakan tambahan. Salah satunya upaya dalam pencegahan kasus susulan dengan menggelar sosialisasi dan pembagian Kelambu Air serta Larvasida atau bubuk Abate di lingkungan Posyandu Kusuma RT 29 kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan, Rabu (28/9) kemarin.
Kepala DKK Balikpapan dr Andy Sri Juliarty didampingi Sub Koordinator Surveylans dan Imunisasi DKK Balikpapan mengatakan, bahwasanya Kelambu Air dan Larvasida sangat penting untuk disegerakan dalam menyampaikan ke masyarakat. Karena kasus DBD di Kaltim sangat meningkat termasuk juga Balikpapan. Memang untuk kondisinya di Balikpapan saat ini belum dinyatakan kejadian luar biasa (KLB) secara nasional.
"Biar pun belum dinyatakan KLB, tetapi sudah ada pergerakan peningkatan kasus yang harus segera kita sikapi. Karena hal ini juga merupakan arahan dari pusat. Di mana secara nasional sudah terdata bahwa Kaltim masuk dalam 10 besar provinsi yang kasus DBD nya naik," kata Deo sapaan akrab dr Andy Sri Juliarty.
Dijelaskan, distribusi Kelambu Air didistribusikan di 7 wilayah puskesmas yang telah ditetapkan seperti kawasan Sepinggan, Damai, Telaga Sari, Gunung Samarinda, Margasari, Baru Tengah serta Baru Ulu. Sedangkan distribusi Larvasida disalurkan ke 27 puskesmas atau 34 wilayah kelurahan. Untuk wilayah Balikpapan memang telah dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kota Rp 437 juta. Sebanyak 4800 Kilogram (Kg) Larvasida dan Kelambu Air yang merupakan inovasi baru dari DKK Balikpapan sebanyak 1020 Kelambu Air dengan anggaran Rp 40.800.000.
"Untuk Kelambu Air memang belum sepenuhnya memenuhi semua kebutuhan masyarakat karena ini masih berupa contoh. Dengan membagikan 10 pcs kelambu air di setiap RT. Harapan kami nanti untuk para kader - kader di tingkat RT dapat membuat sendiri karena tergolong cukup mudah dan bisa juga menjadi penghasilan untuk tiap - tiap posyandu," ujarnya.
Dari sisi regulasi, lanjutnya, wali kota Balikpapan juga telah mengeluarkan surat edaran untuk melakukan kerja bakti massal dan pemberantasan sarang nyamuk setiap minggunya kepada camat dan lurah. Kedua l, menyiapkan sarana dan prasarana. Jika ada yang sakit atau terpapar DBD, semua puskesmas statusnya sekarang bersiaga. Jika ada yang demam segera melakukan deteksi dini untuk mendiagnosa DBD dengan melakukan tes Nonstruktural Protein One (NS1) yang sudah tersedia di laboratorium puskesmas.
"Kemudian jika memang ada indikasi perburukan kasus dan harus dirujuk, rumah sakit pun semua telah kami siagakan. Dan satu unit lagi yang cukup penting bersiaga adalah PMI terkait dengan kebutuhan trombosit darah bagi pasien," jelasnya.
Diketahui, kegiatan sosialisasi dan pembagian Kelambu Air serta Larvasida pertama digelar di kawasan Sepinggan dengan melibatkan tiga kelurahan yakni kelurahan Sepinggan Raya, Sepinggan Baru dan Sepinggan dari 12 RT. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan memberikan bantuan serupa di kawasan Damai dan Damai Bahagia dengan menyalurkan bantuan di 18 RT. Menyusul 6 wilayah kecamatan lainnya seperti Kelandasan, Gunung Sari, Prapatan, Manggar, Lamaru, Graha Indah hinggaTritip. Turut hadir dalam kegiatan di Kelurahan Sepinggan Lurah Sepinggan Baru Sarbin, Lurah Sepinggan Raya Arifuddin, Kepala Puskesmas Sepinggan Baru drg Sulastri hingga para kader jumantik Puskesmas Sepinggan Baru. (*)
Penulis: Ahmad Maki
Editor : izak-Indra Zakaria