Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sinyal Rute Baru Pelayaran dari Pelabuhan Loktuan Terjawab

izak-Indra Zakaria • Senin, 3 Oktober 2022 - 14:16 WIB
TRANSPORTASI: Kapal ini akan melayani penumpang rute Bontang-Mamuju dengan estimasi pelayaran delapan jam.
TRANSPORTASI: Kapal ini akan melayani penumpang rute Bontang-Mamuju dengan estimasi pelayaran delapan jam.

BONTANG – Wacana pembukaan rute baru pelayaran dari Pelabuhan Loktuan mulai berbuah hasil. Komisi III DPRD Bontang telah bertandang ke Kementerian Perhubungan, Jumat (30/9). Ketua Komisi III DPRD Amir Tosina mengatakan nantinya rute Bontang-Mamuju ini akan dilayani kapal cepat. Dengan estimasi perjalanan delapan jam.

“Kami sudah berbicara dengan Kemenhub dan sudah ada kepastian kapalnya,” kata Amir. Kapal bernama Cantika Lestari 7F ini merupakan jenis kapal ferry. Buatan dari PT Ilmi Bagun Merine. Diprediksi mampu menampung 250 penumpang. Bahkan keberadaan kapal kini telah di Mamuju.

Tahapan yang akan dilakukan dari Kementerian Perhubungan ialah meninjau kesiapan kapal. Sebelum memulai pelayaran rute baru tersebut. “Kepastiannya dalam waktu dekat. Termasuk dioperasionalkannya,” ucapnya.

Politikus Partai Gerindra ini juga segera akan melakukan kunjungan kerja ke Mamuju. Tujuannya untuk melihat jenis kapal dan fasilitas yang ada. Dengan sinyal ini, ia berharap rute baru segera dibuka. Sebab wacana ini sudah digaungkan sejak lama. “Jangan lama lagi karena kami luar biasa menunggu rute baru ini,” tutur dia.

Sebelumnya, rute baru ini diwacanakan menggunakan KM Sabuk Nusantara. Namun akhirnya karena terkendala jarak tempuh yang jauh. Pun demikian dengan KM Jetliner sebab masih dipakai oleh daerah lainnya. Meskipun demikian nanti Pemkot Bontang harus menyiapkan stasiun pengisian bahan bakar untuk kapal tersebut.

Pasalnya, kapal akan bermarkas di Pelabuhan Loktuan. Jika alasan sebelumnya terkait panjang dermaga di Pelabuhan Mamuju yang kurang representatif untuk kapal pelni, dipandang kurang masuk akal. Sebab di Sulbar masih ada beberapa pelabuhan yang bisa dijadikan rute baru. Mulai dari Pelabuhan Belang-Belang, Simboro, dan Kasiwa.

Diketahui untuk kapal pelni yang akan bersandar memiliki panjang 99 meter sementara panjang dermaga Pelabuhan Mamuju hanya 60 meter.  Bahkan Bupati Mamuju pun telah menyetujui Pelabuhan Belang-Belang.

“Menurut rekan di mamuju tidak menjadi alasan. Di sana akan memberikan solusi. Banyak pelabuhan di sana yang pantas,” pungkasnya. (ak/kri)


 

Editor : izak-Indra Zakaria