Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Disdik Siapkan Tiga Opsi

uki-Berau Post • Kamis, 6 Oktober 2022 - 21:50 WIB
Suprapto
Suprapto

TANJUNG REDEB – Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, sudah menyiapkan tiga opsi solusi, agar kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan lancar saat Jembatan Sambaliung ditutup untuk kepentingan perbaikan.

Dijelaskan Sekretaris Disdik Berau Suprapto, pihaknya akan memberikan tambahan waktu jam masuk sekolah, memberlakukan kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ), atau melakukan penitipan pelajar. Penitipan pelajar yang dimaksud, khusus bagi pelajar yang berdomisili di Tanjung Redeb namun sekolah di Sambaliung dan sebaliknya. Maka, jika pelajar tersebut bersekolah di Sambaliung, maka akan dititipkan di sekolah atau tempat lain di sekitar sekolah.

“Tiga opsi itu yang akan diberikan. Tetapi kita menunggu dulu seperti apa kesulitan saat melintas, jika hanya telat satu jam, maka opsi pertama yang akan diberlakukan,” jelasnya kepada Berau Post kemarin (5/10).

Diakuinya, pihaknya memang mendapat banyak pertanyaan dari orangtua pelajar, mengenai solusi jika Jembatan Sambaliung ditutup. Karena orangtua pelajar tidak ingin jika anak-anak mereka terlambat sampai ke sekolah, berpengaruh pada penilaian di akhir tahun pelajaran.

“Tapi sebelum menentukan opsi mana yang dipilih, kami akan lihat dulu saat penutupan, apa yang menjadi keluhan para pelajar saat melintas, baik itu dari Kecamatan Tanjung Redeb atau dari Kecamatan Sambaliung,” katanya.

Keluhan dari para pelajar tersebut akan menjadi bahan evaluasi pihaknya untuk memilih solusinya. “Kita akan evaluasi saat jembatan ditutup, karena jika kita beri dispensasi jam masuk sekolah, tetapi ternyata anak-anak juga harus seharian mengantre untuk menyeberang, maka dispensasinya percuma saja,” jelas dia.

“Pastinya akan kita rapatkan dulu bersama pihak sekolah, bahkan bila perlu kita panggil para wali siswa untuk dibahas bersama-sama,” sambungnya.

Diwartakan sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Berau Peri Komong menjelaskan, perbaikan Jembatan Sambaliung bisa mengakibatkan para pelajar tidak bisa masuk sekolah tepat waktu. Khususnya pelajar yang tinggal dan bersekolah di antara Kecamatan Sambaliung atau Tanjung Redeb.  “Pastinya akan mengganggu jalannya belajar-mengajar para anak sekolah, karena mereka harus mengantre saat melintas melalui LCT di dermaga,” ujarnya.

Peri meminta harus ada kebijakan atau dispensasi kepada para pelajar untuk waktu masuk sekolah. Di mana, yang tadinya pada pukul 07.00 Wita bisa diubah menjadi 08.00 Wita. “Kebijakan tersebut bisa dilakukan agar para pelajar tidak mengeluh nantinya, dan itu bisa diterapkan pada saat perbaikan jembatan dilakukan hingga selesai,” katanya. 

Bukan hanya itu saja, instansi terkait juga harus bisa memprioritaskan para pelajar terlebih dahulu untuk penyeberangan, agar bisa menghindari terlambat saat masuk sekolah. “Di waktu-waktu tertentu seperti pagi hari itu pastinya dipadati oleh pelajar, sehingga harus ada prioritas untuk para pelajar kita, sehingga mereka bisa bersekolah,” imbuhnya. (aky/udi)

Editor : uki-Berau Post
#pendidikan #infrastruktur