TANJUNG REDEB – Kapolres Berau Berau AKBP Sindhu Brahmarya melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah Tahfiz Quran Al Fatih, di Jalan Gunung Panjang, Kecamatan Gunung Panjang, Tanjung Redeb, Senin (31/10) lalu.
Orang nomor satu di jajaran Polres Berau tersebut, mengapresiasi tokoh pemuda Berau, Fery Haryadi atau kerap disapa Fery Bahagia. Karena berusaha membentuk karakter anak-anak di Berau lewat rumah Tahfiz Quran.
“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan rekan kita, Mas Fery dalam menginisiasi rumah tahfiz Al Quran Al Fatih yang memang dikhususkan untuk putri ini,” katanya.
Ia melanjutkan, pembangunan rumah tahfiz ini merupakan yang pertama, dan diharapkan dapat dibangun dan dituntaskan sampai selesai.
Polres Berau juga diterangkannya memberikan dukungan dan diharapkan bisa menjadi motivasi untuk teman-teman yang lain. Untuk berlomba-lomba membuat kebaikan antarsesama.
“Semoga menjadi berkah. Kemudian semoga moral dan mental anak-anak kami, menjadi lebih baik dan menjadi anak yang berguna bagi bangsa, agama dan negara,” bebernya.
Sementara itu, Fery Bahagia mengatakan, ingin anak-anak Berau, khususnya remaja putri menjadi generasi emas, dan bisa menjadi penerus yang paham akan agama.
“Saya sedih melihat, banyak anak-anak masih belum bisa membaca Al Quran, maka dari itu, terbentuklah inisiatif membangun rumah tahfiz Quran ini,” ujarnya.
Dengan adanya rumah tahfiz quran ini, ia berharap bisa menjadi wadah bagi anak-anak yang ingin mengapal, belajar tentang Al Quran. Sekaligus bisa menjadi rumah bagi seluruh anak-anak di Berau, meskipun untuk sementara waktu dikhususkan untuk putri. Dengan adanya rumah ini juga, ia menginginkan anak di Berau, menjadi penghafal Al Quran.
“Miris melihat, anak-anak yang harusnya dekat dengan agama, tapi lebih dengan ponsel, melakukan hal negatif. Saya tidak ingin, anak-anak kita ini, terlena dengan kenikmatan dunia saja,” paparnya.
Fery juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan baik dana maupun pikiran untuk pembangunan rumah tahfiz quran ini.
Dirinya mengaku tentu tidak bisa membalas semuanya satu per satu. Namun menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, jika rumah tahfiz Quran tersebut, mampu melahirkan seorang pemimpin.
“Kami ingin, anak-anak ini tidak terbawa arus kemajuan zaman, namun tidak ketinggalan zaman. Dalam artian antara dunia dan akhirat harus seimbang,” tutupnya. (hmd/arp)
Editor : uki-Berau Post