Menjadi bagian dari personel Polda Kaltim, membuat Ipda dr Kartika Prilia Nur Aini harus bekerja ekstra. Sebab selain sebagai pengayom masyarakat, Kartika juga harus berkonsentrasi di bidang kesehatan, sebagai Kepala Instalansi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan.
MENJADI Polwan sekaligus dokter, memberikan banyak kesan bagi Kartika. Perempuan kelahiran Banda Aceh, 11 April 1996 itu, berkisah kerap mendapat panggilan darurat. Meski sedang tidur lelap, saat telepon berbunyi dan mendapat panggilan ke rumah sakit, secepat mungkin dia harus berangkat.
"Selalu siap 24 jam. Biasanya untuk koordinasi dengan petugas jaga, atau panggilan untuk datang langsung ke rumah sakit. Pernah datang tengah malam untuk visum dan pemeriksaan jenazah," ujar Kartika, mengisahkan pengalamannya.
Bahkan dirinya pernah merasakan ulang tahun di kamar mayat. Itu terjadi pada 11 April tahun lalu. Kala itu, dirinya tengah beristirahat di rumah. Namun tiba-tiba mendapat panggilan ke rumah sakit untuk pemeriksaan luar jenazah.
"Sekitar pukul setengah 12 malam. Jadi mendekati ulang tahun. Mau tidak mau, karena tugas harus datang ke rumah sakit. Jadi ulang tahunnya di mortuary (kamar mayat)," ungkapnya tersenyum.
Pengalaman tak terlupakan lainnya ketika melakukan vaksinasi Covid-19 bersama beberapa rekan-rekannya, hingga ke pelosok Kaltim. Yakni di daerah Tanjung Aru, Kabupaten Paser. "Kita harus naik kapal untuk sampai ke sana. Kemudian itu baru ngerasain kalau siang tidak ada listrik, sinyal. Baru ada listrik itu malam. Syukurnya, antusias masyarakat di sana untuk vaksin sangat luar biasa," kenangnya.
Kartika pun sangat menikmati perannya sebagai Polwan dan dokter. Dirinya juga sangat bangga, bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. (*/aim/kpg/udi)
Editor : uki-Berau Post