SAMARINDA–Stikes Dirgahayu Samarinda berkolaborasi dengan DPD PPNI Kota Samarinda menggelar Webinar Internasional Nursing. Kegiatan tersebut digelar di kampus Stikes Dirgahayu Samarinda lantai 3, Sabtu (25/2). Serta diikuti secara Zoom Meeting di tiga negara, yakni Filipina, New Zealand, dan Cina.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, strok merupakan penyakit kematian tertinggi kedua setelah penyakit jantung. Untuk itu bahaya strok rentan menyerang usia produktif dan usia lanjut yang berpotensi menimbulkan masalah baru dalam pembangunan kesehatan secara nasional di kemudian hari.
"Tindakan preventif berupa penanganan pra-hospital perlu ditekankan. Hal ini penting untuk menjamin perbaikan kualitas hidup penderita strok dan menekan angka strok,” jelasnya.
Pencegahan primer pada strok meliputi upaya perbaikan hidup dan pengendalian berbagai faktor risiko. Upaya ini ditujukan pada orang sehat dan kelompok risiko tinggi yang belum pernah terserang strok.
Ia berharap dengan adanya Webinar Internasional ini diharapkan ke depan calon tenaga kesehatan dapat mengenal penyakit strok lebih dini dan cara pencegahannya.
Ketua Stikes Dirgahayu Ns Vinsensia Tetty mengatakan, tujuan utama digelarnya webinar keperawatan international tersebut adalah sebagai upaya untuk menambah wawasan juga sebagai kompetensi calon perawat itu sendiri.
“Terima kasih Wali Kota Samarinda Pak Andi Harun sudah berkenan hadir di kampus Stikes Dirgahayu dan membuka webinar keperawatan internasional,” katanya.
Di tempat yang sama, Ade Maria Ulfa, ketua DPD PPNI Samarinda, mengatakan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi dalam perawatan strok dan webinar akan kami lakukan secara kontinu.
Hadir juga dalam acara ini Ketua komite Etik DPW PPNI Kalimantan Timur Edi Soekamto dan 500 peserta dari Zoom. (adv/*/kh/luc/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria