Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bukan Rudal, melainkan Penggalak Bom Laut

uki-Berau Post • Jumat, 3 Maret 2023 - 20:08 WIB
DITELITI: Koramil 0902-07/Talisayan saat menyerahkan sisa benda yang sebelumnya diduga rudal kepada Pos AL Bidukbiduk.
DITELITI: Koramil 0902-07/Talisayan saat menyerahkan sisa benda yang sebelumnya diduga rudal kepada Pos AL Bidukbiduk.

TALISAYAN – Penemuan benda yang diduga rudal oleh nelayan Talisayan di perairan Tarakan, sudah diserahkan pihak Pos Angkatan Laut (AL) Bidukbiduk ke Lantamal XIII Tarakan, Selasa (28/2) lalu.

Menurut Danpos AL Bidukbiduk, Peltu Solehan mengatakan, sisa benda yang ditemukan tersebut untuk sementara merupakan penggalak bom laut. “Itu bukan rudal, tapi penggalak bom laut,” katanya.

Dijelaskannya, temuan nelayan tersebut, awalnya diserahkan ke Koramil 0902-07/Talisayan, dan pihak koramil menghubungi Pos AL Bidukbiduk. Lalu pihaknya menyerahkan ke Lantamal XIII Tarakan.

“Itu sudah pernah digunakan. Dan bukan kondisi bisa meledak lagi,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya masih belum menerima informasi banyak mengenai benda diduga rudal tersebut. Karena masih dilakukan pemeriksaan di Lantamal XIII Tarakan, termasuk tahun berapa benda dibuat hingga lokasi produksi.

“Jadi kami belum menerima informasi lanjutan, karena masih diteliti juga. Tapi dipastikan itu tidak meledak lagi. Atau sudah pernah dipakai,” ujarnya.

Sebelumnya, tiga nelayan asal Talisayan menemukan benda yang diduga rudal bekas perang dunia kedua di Perairan Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (23/2) lalu.

Sulaiman, salah seorang nelayan mengatakan, awalnya ia dan rekan-rekannya menemukan empat benda tersebut saat menarik jaring ikan. Namun, saat hendak dinaikkan ke perahu, dua di antaranya terjatuh ke laut. “Kami awalnya tidak tahu itu apa,” jelasnya.

Kemudian, ia bersama rekannya kembali melaut menuju ke Talisayan. Namun karena air surut, ia berhenti di tengah laut dan rekannya Sulaiman serta Taufik, mencoba membersihkan kedua benda tersebut. Namun, satu di antaranya terbelah menjadi dua.

“Saya takut, langsung saya buang satunya. Sisa satu itu yang terbelah,” ungkapnya. (hmd/arp)

Editor : uki-Berau Post
#ragam