Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Naik Sedikit

uki-Berau Post • Kamis, 9 Maret 2023 - 15:50 WIB
-
-

RAMADAN tinggal belasan hari lagi. Udaranya sudah mulai terasa. Pedagang jajanan, siap-siap berjualan lagi selama sebulan. Pasar ramadan, akan buka lagi.

Di warung pojok, banyak pelanggan yang duduk, tapi tidak ada minuman di mejanya. Ada tiga orang sedang menjalani puasa. Puasa jelang Ramadan. Biasa saja, mereka tak terganggu. Perbincangan seperti hari-hari sebelumnya.

Walau tinggal belasan hari lagi, sudah diprediksi harga-harga kebutuhan pokok selama bulan puasa akan mengalami kenaikan. “Ini biasa setiap memasuki Ramadan,” kata salah seorang pelanggan.

Yang penting kata Hendra yang kebetulan bekerja di kantor perdagangan, persediaan semua kebutuhan yang diperlukan warga cukup tersedia. Dan, persoalan ketersediaan itu sudah diantisipasi oleh para pedagang besar.

Selain itu, jadwal kedatangan kapal kontainer yang membawa kebutuhan pokok sudah diatur oleh agen. Bisa saja akan datang dua kali kapal kontainer dari Surabaya. Juga armada kapal layar motor dari Sulawesi.

Dibanding beberapa tahun lalu, hampir seluruh kebutuhan masyarakat didatangkan dari luar daerah. Semisal telur ayam. Salah satu komoditas yang diperlukan masyarakat. “Sekarang kan sudah ada telur ayam produksi lokal, yang kualitasnya jauh lebih bagus,” kata Hendra.

Begitupun ayam lokal. Para peternak sudah berhitung matang-matang. Sudah menghitung berapa kebutuhan ayam potong setiap harinya yang akan dilepas ke pasar. “Karena terkait mekanisme pasar, sudah pasti ada perubahan harga,” tambahnya.

Teman saya yang usahanya ternak ayam potong, sudah menghitung berapa kebutuhan ayam potong setiap harinya selama bulan puasa. “Kita sudah hitung semua itu, daeng,” kata teman yang punya belasan kandang dan puluhan mitra usaha.

Dua komoditas daging sapi dan daging ayam paling dicari selama bulan puasa hingga jelang lebaran. Bila dihitung, pengeluaran rumah tangga selama bulan puasa, selain jajanan buka puasa, dua komoditas itu menyedot hampir 20 persen anggaran rumah tangga.

Yang sering menimbulkan keluhan, yakni harga daging. Walaupun persediaan cukup banyak, tak menghalangi niat para pedagang menaikkan harga jual yang melebihi dari harga sebelum puasa. Alasannya, lagi-lagi soal permintaan yang tinggi.

Setelah sekian lama, bulan puasa kali ini lebih leluasa dibanding tiga ramadan sebelumnya. Di saat pandemi, hubungan sesama warga hampir tak terjalin sama sekali. Ramadan kali, diperkirakan akan lebih semarak.

Begitupun yang berencana untuk mudik di luar daerah. Setelah tiga kali puasa dan lebaran tak bisa berkumpul dengan keluarga akibat pandemi. Tahun ini, warga bisa melampiaskan kerinduannya bersama keluarga di kampung.

Sayangnya, niatan untuk lebaran di kampung, bisa jadi akan terhalang dengan harga tiket yang bisa saja ikut-ikutan naik. Sekarang saja, harga tiket dari dua penerbangan yang mengoperasikan pesawat berbaling-baling itu, sudah terbilang tinggi.

Kita jalani saja bulan puasa nanti dengan penuh sederhana, kata pelanggan warung pojok. Yang penting kan ibadahnya. Kalau semua barang yang diperlukan harganya melonjak, kita tidak usah memaksakan diri.

Yang penting, barang yang diperlukan ada di pasar. Kalau juga ada intervensi pemerintah dalam bentuk operasi pasar, itu bisa meringankan beban bagi warga berpenghasilan rendah.

Para pedagang juga perlu diingatkan. Jangan memanfaatkan suasana dengan menyimpan barang, dan baru dilepas menjelang lebaran. Itu kan namanya spekulasi. Saatnya pedagang membantu sesama warga.

Salah satu perusahaan pelayaran, mengaku sudah berhitung waktu. Kita akan memprioritaskan angkutan kebutuhan pokok selama Ramadan dan jelang lebaran, kata pimpinan perusahaan peti kemas. @cds_daengsikra (*/sam)

Editor : uki-Berau Post
#Catatan