Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pertanian dan Pariwisata Harus Diperkuat

izak-Indra Zakaria • Kamis, 27 April 2023 - 20:10 WIB
SUSUN PROGRAM: Sutrisno di lokasi penyemaian PT Tectona Alas Makmur (TAM) di Bengalon.
SUSUN PROGRAM: Sutrisno di lokasi penyemaian PT Tectona Alas Makmur (TAM) di Bengalon.

Tahun 1980-an, Kutim adalah surganya kayu di Kaltim. Era kejayaan Kutim berakhir 2000-an. Namun, Kutim masih menjadi surga bagi pengusaha kayu, data Dinas Kehutanan menyebutkan, Kutim adalah kabupaten pemegang izin terluas yakni 1,39 juta ha.

 

SANGATTA-Di tengah era kejayaan kayu yang mulai menyusut, tahun 1992-an PT Kaltim Prima Coal yang kini berada di bawah bendera Bumi Resources Tbk mulai beroperasi. Wajah Sangatta pun seketika berubah menjadi lebih padat, kota bagi tempat sekitar 4.499 karyawan (data www.kpc.co.id) dan 21 ribuan-an personel dari kontraktor dan perusahaan terkait produksi batu bara PT KPC.

“Tahun 2040 produksi KPC diperkirakan akan habis. Sektor kehutanan juga tidak akan berlangsung lama, bisa lebih cepat. Namun, sekarang Kutim seperti tidak punya persiapan matang menghadapi meredupnya dua sektor tersebut. Mestinya penguatan pertanian dan perkebunan non kelapa sawit mulai dilakukan,” ucap bacaleg DPRD Kaltim dapil Berau, Kutim dan Bontang Sutrisno.

Lalu harus bagaimana? Tahun 2021, Kutim mampu surplus produksi beras seperti pernyataan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Produksi beras Kutim 2020 mencapai 16.697 ton atau peringkat lima di Kaltim. Dibandingkan potensi lahan, lanjut dia, memang belum sebanding dengan kemampuan produksi. Mestinya Pemkab Kutim terus menyokong peningkatan produksi pertanian, perikanan, hingga perkebunan non sawit. Bentuknya melalui program apapun yang memancing petani, nelayan usia milenial tertarik menggeluti usaha tersebut.

“Jadikan Kutim lumbung pertanian, perikanan dan usaha perkebunan. Namun, harus ditunjang dukungan infrastruktur jalan yang memadai. Jangan sampai penghasil pisang di Kaubun gagal memasarkan panen karena kondisi jalan yang jelek. Pastikan padi bisa terjual dengan harga bagus. Pastikan mereka mendapatkan bantuan pupuk atau kalaupun harus membeli, mendapatkan dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Sektor perikanan juga mestinya memberikan kepastian pendapatan yang besar untuk masyarakat Kutim. Seperti Pulau Miang bisa dijadikan basis kawasan perikanan. “Apalagi pulau tersebut telah ditetapkan menjadi Kampung Bahari Nusantara (KBN), program yang digagas Lanal Sangatta. Pulau Miang berlokasi strategis karena berhadapan langsung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 2. Pengembangan tersebut harus searah dan didukung kebijakan dan aliran dana yang kuat. Jangan hanya sekadar program,” ujar dirut PT Tectona Alas Makmur (TAM) tersebut.

Industri wisata, lanjut dia, mestinya bisa dikembangkan dengan baik untuk meningkatkan perekonomian warga di kawasan destinasi wisata tersebut. Ada banyak pantai bisa dikembangkan. Begitu juga Pulau Miang dan Birah-Birahan, mestinya harus mendapatkan perhatian ekstra. Tentu juga pada kawasan pantai dekat ibu kota Kutim, Sangatta harus dipastikan punya akses jalan yang nyaman. (adv/waz/luc/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria