TANA PASER - Pasar penampungan di Pasar Penyembolum Senaken yang sejak 2022 dibangun, pada 2023 ini kembali dilanjutkan pengembangannya dengan kucuran dana Rp 9,6 miliar. Pekerjaannya dimulai Mei ini sampai Desember. Pasar terbesar di Kabupaten Paser itu memang bakal dijadikan pasar induk modern. Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Paser Muhammad Syaukani mengatakan, pada 2023 ini adalah pembangunan tahap kedua dengan perencanaan 107 lapak baru.
Selain itu, ada lima ruang terbuka dengan ukuran 3x2 meter beserta dua kamar mandi. "Pasar ini akan terus dikembangkan dan dianggarkan kembali pada 2024," kata Syaukani, Jumat (5/5). Untuk teknis lainnya, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) UKM Paser yang akan mengatur.
Sementara sejak diresmikan 30 Desember 2022, gedung baru Pasar Penyembolum Senaken di blok penampungan masih belum bisa dibuka karena masa pemeliharaan. Masalah yang muncul kembali jumlah pedagang yang sebelumnya direlokasi ke hamparan subuh dan tempat lainnya dalam pasar baru ini melebihi kapasitas blok baru tersebut.
Kepala UPTD Pasar Penyembolum Senaken Norman Kristhardi mengatakan, pendataan bertambah kompleks karena ada bangunan yang dibangun secara pribadi atau disewakan di sebelah UPTD. Data antara pedagang dan pengelola belum sinkron.
UPTD Pasar Penyembolum Senaken juga selektif dalam memberikan hak guna pakai (HGP) ke pedagang, harus melihat keaktifan pedagang. Rahasia umum ditemukan pedagang terdata, tapi justru disewakan lapaknya.
UPTD perlu waktu panjang dalam pendataan ini agar tepat sasaran. Tidak bisa menjamin bisa difungsikan pada Juli tahun ini saat selesai pemeliharaan. Awal Januari lalu pedagang sempat bersitegang dengan pengelola UPTD Pasar Penyembolum Senaken karena tidak diperbolehkan mengisi lapak yang memang sudah haknya.
Pada pembangunan 2022 dengan anggaran Rp 8,3 miliar, ada 104 lapak baru tersedia di atas lahan 8.978 meter persegi. Ada 98 lapak berukuran 2,5x3 meter dan empat lapak berukuran 2,5x6 meter. Ditambah gerbang, pos jaga, dan pagar.
Desain bangunan pada 2022 itu berbeda dengan pasar sebelumnya. Semua lapak sudah menghadap ke jalan blok. Tidak ada lagi yang posisinya merasa tidak diuntungkan atau terdalam. Jarak antara sesama pedagang tidak saling berebut lapak. Penempatan lapak tersusun dengan rapi dan tidak ada lagi lapak terlihat kumuh. Desain lapak memiliki penerangan yang cukup.
Sementara untuk sanitasi yaitu aliran parit atau selokan di sekitar pasar dibuat lancar, agar tidak ada potensi aliran tersumbat yang menyebabkan bau dan fasilitas lainnya yaitu jalanan di sekitar lapak sudah di-paving atau dicor. (jib/far/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria