Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Harga Tiket Pesawat Menggila, Jakarta-Balikpapan Dijual Rp 3,9 Juta

izak-Indra Zakaria • 2023-05-09 08:23:46
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

Mahal dan langkanya tiket pesawat dan kapal laut menjadi peringatan pentingnya merencanakan perjalanan pergi-pulang di momen libur hari raya.

 

BALIKPAPAN-Puncak arus balik Lebaran 2023 telah berakhir. Pemudik yang sebelumnya pulang kampung telah kembali ke Kaltim. Akan tetapi, bagi pemudik yang tidak menyiapkan tiket kepulangan sebelumnya dan baru mencari pekan ini, dipastikan kesulitan hingga dihadapkan harga yang melambung. Khususnya angkutan udara.

Menurut pantauan di aplikasi Traveloka pada Minggu (7/9), tiket pesawat untuk rute Makassar-Balikpapan tidak tersedia hingga Rabu (10/5). Setelahnya, harga tiket mulai berangsur turun. Untuk jadwal penerbangan Kamis (11/5) yang disediakan Lion  Air, harganya Rp 1,11 juta. Keesokan harinya, tiket disediakan Citilink seharga Rp 974 ribu. Tarif terus menurun hingga di angka Rp 691 ribu pada Senin (22/5) nanti yang ditawarkan Lion Air.

Pun demikian, untuk rute dari Surabaya dan Jakarta. Untuk rute Surabaya-Balikpapan, tidak tersedia tiket hingga hari ini (8/5). Tiket baru tersedia pada Rabu (10/5) dengan harga terendah Rp 2,36 juta. Tiket disediakan maskapai Pelita Air. Namun bukan penerbangan langsung atau direct. Melainkan penerbangan transit ke Jakarta, sebelum bertolak ke Balikpapan. Harga tiket mulai berangsur turun pada Jumat (19/5) pekan depan. Dengan harga sebesar Rp 955 ribu yang disediakan pesawat Super Air Jet.

Sementara pada rute Jakarta-Balikpapan, tiket tidak tersedia hingga Senin (8/5). Namun, pada Selasa (9/5), tersedia tiket dengan harga cukup tinggi. Yakni Rp 3,09 juta yang disediakan Citilink. Rute ini merupakan penerbangan transit. Dari Bandraa Halim Perdanakusuman, Jakarta, menuju Bali. Dari Bali, kemudian kembali ke Jakarta, dan dari Jakarta lalu menuju Balikpapan. Total durasi penerbangan selama dua hari. Harga tiket untuk rute ini mulai mengalami penurunan pada Senin (15/5) pekan depan.

Harga yang disediakan maskapai Pelita Air untuk penerbangan langsung sebesar Rp 1,18 juta. Bahkan harga terendah pada Sabtu (20/5) sebesar Rp 881 ribu yang ditawarkan maskapai Lion Air. Menurut pengamat penerbangan nasional Alvin Lie, apabila tiket tidak tersedia untuk penerbangan langsung, dapat diartikan jika tiket sudah terjual habis. Karena itu dia menyarankan agar ke depannya calon penumpang sebaiknya membeli tiket pergi-pulang jauh hari sebelumnya. “Untuk masa-masa puncak liburan tersebut, saya pun membeli tiket 2-3 bulan sebelumnya,” katanya kepada Kaltim Post.

Untuk diketahui, pemerintah sebelumnya telah mengatur harga tiket tertinggi untuk rute penerbangan langsung atau direct flight kelas ekonomi. Kebijakan itu di atur berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan (Kemenhub) Nomor KM 72 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas (TBA) Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal dalam Negeri. Mengacu regulasi itu, harga tiket rute Makassar-Balikpapan dan sebaliknya menggunakan pesawat baling-baling berkapasitas di atas 30 penumpang (sekelas ATR 72), senilai Rp 1,51 juta.

Sedangkan jika menggunakan pesawat jet adalah Rp 1,17 juta. “Tarif tersebut belum termasuk, fuel surcharge sebesar 25 persen untuk pesawat baling-baling dan 10 persen untuk pesawat jet. Selain itu, PPN 11 persen, PJP2U/PSC/ retribusi bandara yang nilainya beragam untuk masing-masing bandara, dan iuran wajib Jasa Raharja Rp 5 ribu per penumpang per keberangkatan,” jelas mantan anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) ini.

Dengan demikian, berdasarkan regulasi tersebut, mustahil ada harga tiket direct flight kelas ekonomi seharga Rp 2,8 juta hingga Rp 4 juta. Pasalnya tarif batas atas hingga sekarang masih berlaku. Menurutnya, pertimbangan nilai tukar rupiah terhadap dollar dan harga avtur dalam Keputusan Menteri Perhubungan KM 72/2019  sudah mengalami perubahan signifikan.  “Keduanya (avtur dan nilai tukar rupiah terhadap dolar) merupakan komponen mendasar karena sewa pesawat, harga suku cadang, asuransi dan biaya perawatan semuanya terkait dengan dollar. Sedangkan 30 persen sampai 40 persen, biaya operasi maskapai adalah bahan bakar atau avtur,” jelas Alvin.

Selain itu, dia juga menerangkan jika Kemenhub sudah hampir 9 bulan memberlakukan fuel surcharge, langkah mitigasi sementara terhadap menjulangnya harga avtur sejak tahun lalu. Fuel surcharge seharusnya berlaku hanya 3 bulan namun terus diperpanjang. Hal ini dinilai Alvin bukan kebijakan tepat. Menurutnya, lebih tepat, jika Kemenhub menghitung kembali tarif batas atas berdasarkan asumsi-asumsi yang lebih realistis. “Demikian juga rumusan penghitungan TBA (tarif batas atas). Selama ini berdasar jarak  garis lurus. Dalam praktiknya tidak ada penerbangan yang dilakukan secara garis lurus. Akan lebih bijak, jika TBA diperhitungkan berdasar rata-rata actual flight time untuk masing-masing rute. Memang TBA baru akan lebih tinggi daripada TBA lama. Namun belum tentu lebih tinggi daripada TBA lama ditambah fuel  surcharge,” ucapnya.

Alvin menyampaikan, jika dalam beberapa bulan mendatang terjadi perubahan signifikan nilai tukar rupiah terhadap dollar, atau harga avtur turun signifikan, maka tarif batas atas dapat dihitung kembali. Idealnya, sambung dia, tarif batas atas dimutakhirkan setiap 6 bulan. Tidak menunggu hingga 4 tahun, agar  perubahan tidak drastis. “Perhatikan bahwa hanya Indonesia yang mengatur tarif tiket pesawat yang sepenuhnya diselenggarakan swasta. Negara-negara lain mengikuti mekanisme pasar. Apakah ada produk atau jasa lain yang sepenuhnya diselenggarakan swasta yang tarifnya diatur pemerintah?,” kritiknya.

Dia melanjutkan, kecepatan selalu bernilai tinggi. Alvin membandingkan dengan biaya prangko dan ongkos kirim. Makin cepat, makin mahal. Dan penerbangan menawarkan kecepatan jauh lebih tinggi daripada moda transportasi lainnya. Penerbangan hanya untuk konsumen yang membutuhkan kecepatan dan mampu membayar. “Penerbangan di Indonesia sudah terlalu jauh diatur pemerintah. Sampai tarif pun diatur. Sepatutnya pemerintah hanya mengatur aspek keselamatan. Jika mau mengatur tarif, hanya maskapai BUMN saja yang diatur. Karena pemegang sahamnya adalah pemerintah. Dengan demikian maskapai BUMN bisa menjadi penyeimbang persaingan atau pasar,” jelasnya.

Pada bagian lain, dari  transportasi laut, untuk rute Makassar ke Balikpapan yang dilayani Pelni menggunakan Kapal Lambelu, tiketnya sudah terjual habis. Menurut pantauan dari aplikasi PELNI Mobile, dengan jadwal keberangkatan Minggu (7/5) dan Jumat (12/5), tiket kapal baru tersedia pada Senin (15/5).

Armada yang tersedia adalah Kapal Bukit Siguntang dengan harga Rp 210 ribu untuk kelas ekonomi. Pun demikian dengan rute Parepare-Balikpapan pada Minggu (7/5) dan Sabtu (13/5), tidak ada tiket kapal yang tersedia. Baru tersedia lagi, pada Senin (15/5) dengan harga Rp 191 ribu untuk kelas ekonomi. Selain Pelni, ada perusahaan pelayaran Dharma Lautan Utama (DLU), yang melayani rute Parepare-Balikpapan. Menggunakan KM Kirana, ada dua jadwal pelayaran yang tepantau melalui laman https://tiket.dlu.co.id/. Yakni Selasa (9/5) dan Jumat (12/5) dengan tarif khusus hanya untuk kelas ekonomi sebesar Rp 350 ribu.

Sedangkan, rute Surabaya-Balikpapan yang dilayani PT Pelni juga tidak menyediakan kapal laut karena tiket habis terjual. Hingga akhir bulan, ada dua jadwal keberangkatan menuju Balikpapan. Yakni Minggu (7/5) menggunakan Kapal Dorolanda, dan Rabu (17/5) menggunakan Kapal Labobar.  Sementara rute Surabaya-Balikpapan yang dilayani perusahaan pelayaran PT DLU, ada dua jadwal keberangkatan. Pada Rabu (17/5) menggunakan KM Dharma Kencana 7 dengan harga khusus tiket ekonomi seharga Rp 615 ribu.

Lalu pada Jumat (19/5) menggunakan KM Dharma Ferry 7. Terdapat tiket kelas ekonomi dengan tarif khusus sebesar 615 ribu, lalu kelas II sebesar Rp 820 ribu, dan kelas I sebesar Rp 890 ribu. (riz)

 

Rikip Agustani

ikkifarikikki@gmail.com

Editor : izak-Indra Zakaria