TANA PASER - Juni sampai Agustus ini adalah masa sulit bagi nelayan di Kabupaten Paser. Sebab, angin di laut sangat kencang dan berdampak ke ombak, sehingga nelayan takut mencari ikan ke laut. Masyarakat menyebutnya angin selatan. Angin ini biasanya terjadi pada Juni, Juli, dan Agustus.
Nelayan di Kecamatan Tanjung Harapan, Bahdar, menyampaikan banyak nelayan takut melaut karena adanya angin selatan ini. Dia mengatakan, ombak yang kencang membuat nelayan enggan mengambil risiko ke tengah laut.
"Jadi, pasokan ikan laut agak berkurang. Meskipun masih ada saja pasokan tapi terbatas," kata Bahdar, Jumat (14/7).Adanya fenomena angin selatan ini sangat berdampak pada usaha makanan yang menyajikan menu ikan laut. Salah satunya yang disampaikan pemilik resto di Kota Tana Paser, Mustamar. Dia menyebut sulit sekali mendapatkan ikan laut, sehingga beberapa momen kerap tutup restonya.
"Karena ciri khas resto kami ya menu ikan laut untuk bakaran atau ikan gorengnya," kata Mustamar. Begitu juga dengan rumah makan yang menyediakan ikan laut lainnya di Tana Paser, banyak yang tutup beberapa minggu terakhir. Jika buka, hanya menyediakan ayam, bebek, dan ikan sungai atau ikan hasil tambak.
Kasi Trantib Kecamatan Tanjung Harapan Surendro menyampaikan bahwa angin selatan ini sebenarnya lebih mending ketimbang angin utara yang terjadi pada Desember sampai Februari. Jika angin selatan hanya terjadi beberapa momen dalam sehari, sedangkan angin utara bisa berkepanjangan. "Biasanya angin selatan masih berani nelayan melaut, namun saat momen angin utara banyak yang tidak berani," katanya.
Kepala Dinas Perikanan Paser Sadaruddin mengatakan, fenomena alam ini memang terjadi di seluruh perairan laut di Indonesia. Namun, syukurnya Paser mayoritas tidak langsung terhubung ke perairan laut. Banyak yang tepi laut dan ada opsi tambak.
"Opsinya saat ini ada hasil perikanan dari tambak yang membantu. Meskipun memang pasokannya di pasaran berkurang," katanya.
Jenis ikan laut yang terbatas karena dampak angin selatan ini adalah kerapu, bawal, tongkol, dan ikan yang di tengah laut lainnya. Sementara jenis ikan lainnya masih banyak di pasaran. (jib/far/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria