Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

FS RS Baltim Rampung, DED Masuk APBD Perubahan 2023

Wawan-Wawan Lastiawan • Selasa, 8 Agustus 2023 - 13:42 WIB
Photo
Photo

BALIKPAPAN – Penyediaan fasilitas kesehatan termasuk dalam RPJMD wali kota. Setidaknya membangun rumah sakit di wilayah barat dan timur Kota Beriman. Kini tahapan pembangunan rumah sakit di wilayah timur masih berproses.

Nantinya Pemkot Balikpapan akan membangun rumah sakit tipe D. Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Doris Eko Desyanto mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi bahwa studi kelayakan atau feasibility study (FS) rumah sakit sudah rampung.

“Studi kelayakan sudah turun dan hasilnya ada beberapa rekomendasi untuk calon lokasi rumah sakit di Balikpapan Timur,” sebutnya. Terutama penggunaan lokasi Puskesmas Lamaru yang paling potensial dikembangkan menjadi rumah sakit.

Pihaknya menyarankan penggunaan puskesmas yang ditingkatkan menjadi rumah sakit. “Kami saran untuk menghemat anggaran, cukup tingkatkan bangunan puskesmas menjadi rumah sakit,” katanya. 

Mengingat kondisi terkini bangunan eksisting yang ada di Puskesmas Lamaru sudah memenuhi syarat menjadi bagian depan rumah sakit. Setelah mengalami renovasi beberapa tahun lalu.

Menurutnya dengan penggunaan lahan yang sudah bagian aset pemerintah kota, maka tidak perlu pengadaan tanah dan sebagainya. Sehingga kebutuhan biaya tidak begitu besar.

“Secara lokasi juga tepat dan strategis dekat dengan kelurahan lainnya yang berada di Balikpapan Timur,” tuturnya. Menurutnya warga dari Kelurahan Manggar, Kelurahan Manggar Baru, maupun Kelurahan Teritip mudah menjangkau lokasi tersebut.

“Meski konsekuensinya perlu pengadaan untuk relokasi Puskesmas Lamaru,” imbuhnya. Rencananya pemindahan ke Jalan Sosial dekat Rudenim Balikpapan. Selain FS, ada dokumen yang diperlukan untuk pembangunan rumah sakit.

Di antaranya penyusunan master plan, detail engineering design (DED) dan manajemen konstruksi (MK). Serta analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan analisis dampak lalu lintas (andalalin). 

“Jika semua sudah fix, kami siap tambah anggaran untuk pembangunannya dalam APBD 2024,” ucapnya. Sedangkan untuk RS Sayang Ibu, pembangunan baru bisa berjalan jika seluruh masalah terkait kepemilikan lahan sudah klir. (din/adv/pro) 

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#ADV DPRD BALIKPAPAN