Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pelecut Motivasi Membangun Prestasi Berkelanjutan

izak-Indra Zakaria • Rabu, 20 September 2023 | 11:21 WIB
BERKESAN: Gubernur Kaltim Isran Noor menyematkan pin emas KONI kepada Awang Faroek Ishak yang terkenal pro-olahraga semasa aktif sebagai gubernur Kaltim pada periode 2008–2013 dan 2013–2017.
BERKESAN: Gubernur Kaltim Isran Noor menyematkan pin emas KONI kepada Awang Faroek Ishak yang terkenal pro-olahraga semasa aktif sebagai gubernur Kaltim pada periode 2008–2013 dan 2013–2017.

Pin emas jadi wujud apresiasi tertinggi terhadap budi bakti perjuangan panjang para patriot dalam membangun dan membesarkan olahraga Bumi Etam.

=======================

SUASANA nostalgia seketika bersemi di tengah-tengah pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Kaltim di Ballroom Aston Samarinda Hotel & Convention Center, Selasa (19/9). Itu karena kehadiran sejumlah tokoh olahraga senior di Kaltim.

Satu demi satu kedatangan mereka disambut dengan salam dan salim yang seketika membangkitkan lagi kisah perjuangan membesarkan olahraga. Sebut saja ketua KONI Kaltim terdahulu, seperti Harbiansyah Hanafiah dan Zuhdi Yahya. Kemudian, pembesar cabang olahraga (cabor) gulat Kaltim Saleh Basire hingga gubernur Kaltim dua periode Awang Faroek Ishak.

Turut hadir Dayang Kartini, istri mendiang Syaukani Hasan Rais yang menjadi ketua KONI pada periode 2003–2007. Begitu juga Andra Fahreza yang mewakili sang ayah, mendiang M Ardans yang menjadi ketua KONI Kaltim sekaligus gubernur Kaltim dua periode, 1988–1993 dan 1993–1998.

Mereka hadir bukan tanpa alasan. Mereka adalah tokoh yang mendapat pin emas, wujud apresiasi atas budi bakti membesarkan olahraga Kaltim dalam beberapa dekade terakhir. Untuk diketahui, dalam rakerprov tersebut, KONI Kaltim menetapkan 12 nama yang layak menerima apresiasi dalam bentuk pin emas berlogo KONI. Kontribusi besarnya dalam membangun dan mengharumkan olahraga Kaltim menjadi indikator utamanya. Pin tersebut disematkan oleh Gubernur Kaltim Isran Noor yang hadir sekaligus membuka rakerprov KONI Kaltim.

Nama-nama tersebut dimulai dari jajaran ketua KONI Kaltim terdahulu. Mulai mendiang Kadrie Oening, mendiang M Ardans, Suwarna Abdul Fatah, mendiang Syaukani Hasan Rais, Harbiansyah Hanafiah, dan Zuhdi Yahya. Kemudian, gubernur Kaltim periode 2008–2013 dan 2013–2017 Awang Faroek Ishak.

Ada pula tokoh pembesar gulat Saleh Basire, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kaltim Said Amin. Dari kategori atlet, ada atlet panahan andalan Kaltim era 90-an Danahuri Dahliana, peraih quattrick medali emas pekan olahraga nasional (PON) M Aliansyah, dan peraih emas Asian Games 2018 Jakarta-Palembang M Iqbal Candra Pratama.

Harbiansyah Hanafiah mengapresiasi seremoni penyematan pin emas tersebut. Menurut dia, itu adalah wujud kepedulian kepada insan olahraga yang mencurahkan perhatiannya hingga bisa mengantarkan Kaltim disegani di level nasional dan internasional. “Semoga ini bisa memotivasi semua pihak untuk terus berjuang membangun olahraga Kaltim menjadi lebih baik ke depannya,” ucap ketua KONI Kaltim periode 2009–2013 tersebut.

Hal senada disampaikan Zuhdi Yahya. Ketua KONI Kaltim dua periode, 2013–2017 dan 2017–2021, tersebut menegaskan akan terus berupaya membangun olahraga, meski tidak lagi aktif di dalam kepengurusan organisasi olahraga. “Kalau sudah jiwanya olahragawan, sudah enggak bakal lepas. Tentu ingin sekali bisa terus berkontribusi terhadap dunia olahraga, meski dengan cara berbeda,” ucap pembesar kempo Kaltim tersebut.

Sementara itu, tokoh pembesar gulat Kaltim Saleh Basire juga berterima kasih atas apresiasi tersebut. Menurut dia, itu adalah motivasi besar bagi semua pihak, untuk bisa meningkatkan prestasi olahraga Kaltim. “Jadi, jangan hanya puas sampai di ‘pernah’. Prestasi yang ada itu harus dilanjutkan dan ditingkatkan. Caranya melalui regenerasi yang berkelanjutan,” jelas pria yang mulai melatih gulat pada 1965 tersebut.

Sementara itu, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras mengatakan, itu adalah sebagai wujud apresiasi para tokoh yang sangat berkontribusi dalam membesarkan olahraga Kaltim selama ini. “Tanpa mereka, mungkin olahraga Kaltim takkan sebesar sekarang. Semoga apresiasi ini bisa mewakili rasa terima kasih semua pihak atas kerja keras mereka di dunia olahraga selama ini. Sekaligus memotivasi insan olahraga lainnya untuk menjaga dan meningkatkan prestasi olahraga Kaltim pada masa mendatang,” pungkas Rusdi, sapaannya. (ndy/dwi/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria