Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Adji Herdanto dan Tim Studio Akronim, Perancang Logo Keketuaan ASEAN untuk Indonesia

izak-Indra Zakaria • 2023-09-23 10:28:57
KERJA KERAS: Tidak hanya membuat logo, Adji Herdanto dan tim Akronim juga menyusun pedoman untuk kegiatan-kegiatan ASEAN di Indonesia.
KERJA KERAS: Tidak hanya membuat logo, Adji Herdanto dan tim Akronim juga menyusun pedoman untuk kegiatan-kegiatan ASEAN di Indonesia.

Di antara lima desainer yang mengajukan desain logo keketuaan ASEAN, karya Adji Herdanto dipilih Kementerian Luar Negeri. Logo buatannya bersama tim Studio Akronim dipakai sepanjang kegiatan ASEAN tahun ini.

=================

STUDIO Akronim di Kendangsari, Tenggilis Mejoyo, menjadi rumah kedua sekaligus ruang berkreasi bagi Adji Herdanto, Septia Dwi P, dan Anas Kautsar. Setiap hari ketiganya menghabiskan waktu mendesain sejumlah logo di tempat tersebut.

Beberapa waktu lalu, kerja keras tiga sekawan itu membuahkan hasil. Desain logo keketuaan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) yang mereka ajukan dipilih Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Tidak hanya membuat logo, Adji bersama tim Akronim juga menyusun pedoman yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan ASEAN di Indonesia. Alumnus Prodi Desain Grafis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu mendapatkan mandat penting dari pemerintah melalui Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI).

Adji menjelaskan, ADGI mengkurasi para desainer yang tergabung dalam asosiasinya. Ada lima perancang dari tiga kota yang ditunjuk ADGI untuk membuat karya desain logo keketuaan ASEAN. Adji bersama tim Akronim mewakili Surabaya, dua desainer lain dari Bandung, dan dua desainer lainnya asal Jakarta. ”Saya satu-satunya desainer dari Surabaya. Dan, ini kali pertama saya bekerja sama dengan pemerintah di event internasional,” katanya.

Logo kepemimpinan Indonesia dalam ASEAN 2023 mengangkat tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth. Adji pun membuat logo tersebut dengan mencerminkan cita-cita dan nilai Indonesia. Dia menggabungkan elemen-elemen Indonesia tanpa menghilangkan makna dari ASEAN. ”Di antara lima desainer yang sudah menyodorkan konsep ide dan gagasan logo keketuaan ASEAN untuk Indonesia ke Menlu Retno Marsudi, saya yang terpilih,” ujarnya.

Setelah resmi ditunjuk Kemenlu, Adji bersama tim akhirnya membuat konsep desain logo keketuaan ASEAN. Pembuatan logo hingga pedoman dilakukan sejak Juli hingga rampung Desember 2022. Pada akhirnya, logo karyanya bersama tim Akronim diluncurkan Menlu pada Januari 2023. ”Kami buat bersama dengan guideline-nya juga untuk program-program ASEAN selama satu tahun ini. Apalagi, rangkaiannya banyak. Logo dan guideline banyak dipakai untuk event dan acara penting berkaitan dengan ASEAN,” terangnya.

Logo ASEAN 2023, kata Adji, dirancang cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Timnya ingin tetap menonjolkan Indonesia, tetapi juga bisa mewakili seluruh negara ASEAN. ”Kita terdiri atas satu rumpun, baik dari sisi demografi, kebudayaan, dan semua itu terangkum dalam geografis. Kami ingin membuat grup ASEAN bisa maju bersama,” jelas pendiri Studio Akronim tersebut.

Ada tiga elemen di dalam logo keketuaan ASEAN untuk Indonesia. Pertama, elemen langit sebagai simbol memayungi dan melindungi keseluruhan kawasan ASEAN. Lalu, ada elemen pegunungan dan kelautan. Gunung adalah simbol kestabilan dan laut menjadi simbol antarkawasan ASEAN. Kemudian, ditambah elemen burung maleo. Burung maleo merupakan simbol yang mewakili Indonesia. Apalagi, burung maleo adalah burung endemik dari Sulawesi.

”Sulawesi adalah Indonesia bagian tengah. Sementara, di ASEAN, Indonesia berada di pusat. Selain itu, burung maleo tidak terbang, tapi berjalan. Jadi, Indonesia ingin berjalan bersama dengan negara-negara kawasan ASEAN,” terang Adji.

Saat ini logo yang dirancang Adji bersama tim Akronim telah dipakai di semua rangkaian kegiatan ASEAN di Indonesia sepanjang 2023. Termasuk dalam pertemuan diplomatik, konferensi internasional, dan berbagai acara budaya yang diselenggarakan ke depan. Bahkan, logo tersebut digunakan dalam bentuk banner, LED, dan keperluan desain lainnya. (*/c14/aph/jpg/dwi/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria