SAMARINDA–Warga Perumahan Bumi Citra Lestari (BCL) di Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, masih mengeluhkan buruknya kualitas air bersih yang digunakan.
Air dari kolam eks tambang di sisi perumahan itu kemerahan dan penuh gulma. Selain itu, air tercemar limbah domestik warga.
Wali Kota Samarinda Andi Harun yang mengunjungi perumahan tersebut, Jumat (22/9), menjanjikan solusi untuk masalah air bersih. Ia mengatakan, Pemkot Samarinda bakal membangun booster pendorong air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana ke Perumahan New BCL. Booster diperkirakan mulai dibangun tahun ini dengan biaya sekitar Rp 2,2 miliar. Airnya berasal dari IPA Loa Bakung yang jaringan akhirnya berjarak sekitar 140 meter menuju perumahan.
“Sementara seperti itu, warga akan mendapat pasokan air bersih dari sumber air baku lainnya, yaitu danau eks tambang yang kondisinya masih cukup baik. Kami akan memasang pompa pendorong sementara menuju tandon penampungan air bantuan pemerintah. Itu sambil menunggu pembangunan booster dan jaringan baru,” ujarnya, Jumat (22/9) lalu.
Warga New BCL rata-rata membayar Rp 14 ribu per meter kubik untuk air yang dikelola pengembang perumahan. Adapun dari data terkini, biaya air Perumdam Tirta Kencana hanya sekitar Rp 7.540 per meter kubik, yang berlaku sejak 1 April 2022. Dari sebelumnya sekitar Rp 6.367 per meter kubik.
Hal itu sangat riskan karena warga selama ini harus membayar mahal untuk air yang tidak layak. Air tersebut tidak bisa dipakai untuk memasak. Untuk keperluan dapur, mereka harus membeli air tandon atau air isi ulang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda Desy Damayanti mengatakan, jaringan sementara dari danau eks tambang lain akan dipasang Perumdam Tirta Kencana, termasuk desain booster dan jaringan baru nantinya. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian anggaran dan penunjukan dari wali kota untuk membangun booster dan jaringan baru.
“Tergantung Bappedalitbang ya. Karena itu terkait penempatan anggaran,” singkatnya, Minggu (24/9).
Mengenai perkiraan waktu pembangunan, Desy menyebut, kemungkinan dimulai tahun ini menggunakan APBD Perubahan 2023. “Kalau memang ditugaskan (membangun booster dan jaringan), kami siap,” tutupnya. (dra/k16)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : izak-Indra Zakaria