Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Simak Solusi Mata Tegang, Sakit Leher hingga Punggung Imbas dari Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

izak-Indra Zakaria • Senin, 9 Oktober 2023 - 18:31 WIB
ilustrasi sakit leher karena bekerja di depan komputer. (sumber freepik )
ilustrasi sakit leher karena bekerja di depan komputer. (sumber freepik )

Bagi seseorang yang diharuskan untuk terus-menerus duduk di depan komputer, mungkin sering mengalami beberapa kondisi seperti mata menjadi buram, penglihatan ganda, nyeri kepala, hingga sakit leher dan punggung.

Tapi tahukah kaamu, kalau kondisi tersebut saling berkaitan dan disebabkan oleh mata yang tegang?

Hal ini disebut dengan ketegangan mata digital. Atau computer vision syndrome / sindrom penglihatan mata (CVS). Yakni kondisi otot mata menegang yang disebabkan oleh intensitas menatap layar digital yang terlalu lama. 

Otot mata akan menegang karena dipaksa untuk bekerja secara berlebihan terutama untuk mengamati objek dalam jarak dekat. Cahaya terang atau sinar biru juga mempengaruhi ketegangan otot mata.

Selain cahaya yang dihasilkan dari layar digital, pencahayaan ruangan yang tidak tepat juga menjadi penyebab CVS. CVS juga dipicu oleh jarak yang tidak sesuai antara mata dan layar, postur duduk yang salah, dan gangguan penglihatan bawaan.

Orang yang mengalami CVS biasanya akan merasakan beberapa gejala seperti penglihatan kabur, iritasi mata, mata merah atau kering, nyeri leher atau punggung, sakit kepala dan sulit untuk berkonsentrasi.

Biasanya, gejala CVS yang dialami bergantung dari lamanya waktu yang dihabiskan di depan komputer dan masalah penglihatan bawaan yang tidak diketahui. Misal penderita asigmatis yang tidak memakai kacamata atau kontak lensa dengan benar karena tidak tahu kalau dirinya mengidap masalah penglihatan tersebut.

Gejala sindrom penglihatan komputer juga dapat lebih sering terasa seiring usia bertambah, ketika kemampuan seseorang untuk fokus pada objek di dekatnya mulai memburuk. Hal ini disebut presbyopia.

Kondisi ini tentu menjadi hambatan bagi seseorang dalam melakukan pekerjaannya. Riset menunjukkan bahwa antara 50 hingga 90 persen individu yang memiliki pekerjaan yang melibatkan komputer, mengalami gejala ketegangan mata digital.

CVS akan berdampak pada penurunan produktivitas, kualitas kerja yang rendah, mengganggu konsentrasi, dan akhirnya banyak melakukan kesalahan dalam bekerja.

Kondisi ini bahkan berpotensi dialami seseorang yang menatap layar digital meskipun hanya dalam kurun waktu dua jam setiap harinya. 

Untuk mengatasinya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk setidaknya mengurangi efek dari sindrom penglihatan mata atau CVS.

Pertama, perhatikan postur tubuh saat menggunakan komputer. Pada posisi duduk, usahakan kursi nyaman bagi badan dan sesuai dengan panjang kaki sehingga telapak kaki dapat menapak dengan datar di lantai.

Jarak antara mata dan monitor berada di 50-70cm dan posisi layar sejajar dengan tinggi kepala.

Perhatikan juga pencahayaan. Baik cahaya dari layar maupun cahaya ruangan. Jangan sampai cahaya monitor lebih terang dari ruangan dan pastikan ruangan tidak terlalu silau.

Bisa gunakan lampu meja sebagai alternatif pencahayaan yang disesuaikan dan gunakan filter anti silau di layar digital untuk meminimalisir jumlah cahaya yang dipantulkan ke mata. 

Selain itu, ada juga solusi lainnya misal dengan prinsip 20-20-20 yakni jika telah menatap layar selama 20 menit, alihkan pandangan ke titik lain sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik untuk membantu mata bisa kembali fokus.

Selain itu cobalah untuk bergerak sesekali. Misal melakukan peregangan lengan, kaki, punggung, leher serta bahu. Untuk menjaga agar mata tidak mudah kering, bisa dengan mengedipkan mata atau menggunakan tetes mata.  

Mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung vitamin A, C, E, Lutein, Selenium, dan asam lemak omega 3 juga akan menurunkan potensi gangguan penglihatan mata.

Apabila mengalami gejala yang tak kunjung reda, lakukan pemeriksaan mata. Memeriksa kondisi mata secara berkala akan membantu mengetahui apakah kita memiliki masalah turunan pada mata kita.(*)

Editor : izak-Indra Zakaria