BALIKPAPAN – Perundungan yang terjadi di Balikpapan sempat viral di media sosial. Salah satu dari sekian kasus bullying yang muncul di berbagai daerah. Hal ini menimbulkan keresahan dan kekhawatiran bagi wakil rakyat di legislatif.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Asep Ahmad Sapturi mengatakan, pihaknya menyayangkan kejadian perundungan yang terjadi di Balikpapan. Kejadian ini melibatkan siswa SMP dan MTs.
Asep mengaku prihatin karena maraknya perundungan terjadi di mana-mana. Menurutnya perundungan kini justru PR terbesar di bidang pendidikan. “Kami pilu mendengar ini dan jangan sampai terjadi lagi di Balikpapan,” katanya.
Dia menjelaskan, anak merupakan aset bangsa di masa depan. Kelak mereka akan menjadi pemimpin dan generasi penerus. Sehingga penting membentuk karakter anak dengan baik. Ini butuh pola pendidikan dasar yang utama berada di rumah.
“Pendidikan di rumah adalah pondasi dan harus menjadi perhatian orangtua," sebutnya. Pihaknya dari Komisi IV terus mengawal masalah perundungan. Dia berharap setiap orangtua dapat berperan baik dalam menjaga dan merangkul anak.
“Misalnya memberi kehangatan dan kasih sayang agar anak tidak salah bersikap,” imbuhnya. Jangan sampai anak lebih cenderung curhat ke orang lain karena merasa tidak mendapat perhatian orangtua.
Sedangkan jika anak sudah curhat kepada ayah dan bunda, anak menjadi dekat dan mudah untuk memberi pendidikan karakter. “Orangtua memberi contoh dan menjadi teladan,” sebutnya.
Asep memberi kutipan perintah dalam kitab Alquran agar jauhkan keluarga dari api neraka. Artinya butuh keteladanan ayah dan ibu yang menjadi contoh utama bagi anak. "Kita harus menjadi seorang yang teladan untuk anak," tuturnya.
Dia mengakui orangtua memiliki peran besar dalam mengontrol anak. Saat anak melakukan kesalahan, maka merupakan kesalahan orangtua juga. Contoh saat anak melakukan bullying dengan tindakan fisik kepada anak lain.
“Kemungkinan besar karena melihat orangtua juga bersikap sama. Anak bisa bertutur kata yang tidak baik karena sering mendengar. Semua saling terkait,” bebernya. Itu yang membuat DPRD Balikpapan menginisiasi pembentukan raperda penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga.
Saat ini raperda juga masih berproses. Perda ini akan mendorong keluarga dan lingkungan masyarakat untuk menjalankan fungsi pencegahan dan pengawasan. Termasuk lingkungan bisa dari tokoh agama atau tokoh masyarakat.
Sehingga perlu keterlibatan dan kepedulian semua elemen untuk menjaga anak. Baik dalam perlindungan, ilmu, dan edukasi terhadap keluarga. Serta tidak kalah penting melindungi anak-anak dari kejahatan seksual yang bisa datang dari mana saja. (din/adv/pro)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan