BALIKPAPAN – Sebagai kota penyangga IKN, suka tidak suka Balikpapan harus menerima semua dampak positif hingga negatif. Selain perputaran ekonomi yang semakin meningkat, sisi negatifnya terasa kemacetan di berbagai titik Kota Minyak.
Ini imbas dari peningkatan jumlah orang yang bermukim dan kendaraan yang beredar. Akhirnya membuat kemacetan tak terhindari lagi. Macet juga semakin parah karena banyak pengguna abai terhadap keamanan berlalu lintas.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan Syarifuddin Oddang mengatakan, pihaknya mendukung perlu dilakukan penertiban yang dilakukan petugas gabungan. Baik Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Satlantas Polresta Balikpapan, TNI serta Satpol PP Balikpapan.
Semua pihak berkolaborasi dalam razia kepatuhan lalu lintas. Menurutnya razia penting, terlebih saat situasi lalu lintas di Balikpapan jauh meningkat. “Razia untuk menjaga keselamatan, ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas. Baik pengendara dan orang lain aman,” katanya.
Tak hanya kemacetan, Oddang mengimbau kendaraan besar yang berani beroperasi tak sesuai jadwalnya. Dia mengingatkan, bahaya kendaraan besar melintas di jalanan yang padat jika lewat di jam sibuk. Selain menghadapi kendaraan yang ramai, truk harus berhadapan dengan tanjakan di Kota Beriman.
Itu tujuan pemerintah mengatur jam operasional kendaraan besar. "Kondisi ini harus menjadi perhatian dari aparat keamanan,” ucapnya. Oddang menambahkan, instansi terkait yang mengatur lalu lintas tidak hanya fokus terhadap kendaraan kecil.
Namun termasuk kendaraan besar mulai dari roda 6 hingga roda 12. Dia berharap kegiatan razia bisa konsisten untuk mengontrol ketertiban kendaraan. "Sehingga tingkat keselamatan pengendara di jalan raya terus meningkat mengingat kondisi jalan yang semakin padat," pungkasnya. (din/ADV/pro)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan