Keindahan karya masyarakat Kaltim tidak banyak terekspos. Sebut saja Desa Tanjung Isuy di Kecamatan Jempang, Kutai Barat. Ternyata desa tersebut banyak menyimpan hasil kerajinan tangan berupa manik-manik nan memukau. Sangat layak jadi daya tarik pelancong untuk berkunjung.
Kabid Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Noor Fathoni menuturkan, bahwa Desa Tanjung Isuy memiliki keunggulan dalam kerajinan tangan. “Jika bicara soal wisata kerajinan di Kaltim, itu ada di Tanjung Isuy Kutai Barat, di sana lebih dominan kerajinan tangan. Seperti anyaman dayak, manik-manik dan lain-lain ada disana,” tuturnya.
Dia mengatakan, walau masyarakatnya banyak yang berprofesi sebagai nelayan dan petani, mereka juga memiliki keahlian khusus. Ibu-ibu di kampung ini terampil dalam menenun kain tradisional bernama ‘ulap doyo’. Kain ulap doyo merupakan serat daun doyo yang telah lama menjadi kain khas suku Dayak Benuaq. Tidak hanya itu, penduduk setempat juga menghasilkan berbagai ukiran kayu khas yang meliputi patung dan tombak.
Biasanya, patung dan tombak ini sering kali digunakan sebagai hiasan atau oleh-oleh. Beberapa ukiran unik juga dibuat khusus sebagai cendera mata bagi para wisatawan yang berkunjung. “Selain itu, kampung ini juga menawarkan beragam makanan khas. Makanan di sana enak-enak. Jadi peluang mengembangkan berbagai produk dan kerajinan itu ada di Tanjung Isuy,” jelasnya.
Tanjung Isuy bukan hanya destinasi wisata yang indah. Akan tetapi, juga tempat di mana warisan budaya dan seni suku Dayak Benuaq tetap hidup. Dan ini menjadikan Tanjung Isuy sebagai salah satu tempat wisata di Bumi Etam yang harus dikunjungi bagi pecinta budaya dan seni. (adv/ndy)
Editor : izak-Indra Zakaria