Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Satu Lubang Drainase Sampahnya Satu Truk, Saluran Macet, Banjir Melanda

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 2 Desember 2023 - 19:27 WIB
PARAH:Banjir yang melanda ruas jalan utama di Kelurahan Tanah Grogot akibat hujan deras yang terjadi kurang lebih 2 jam pada Minggu (26/11).(FOTO:TOMI/PASER POS)
PARAH:Banjir yang melanda ruas jalan utama di Kelurahan Tanah Grogot akibat hujan deras yang terjadi kurang lebih 2 jam pada Minggu (26/11).(FOTO:TOMI/PASER POS)

Banjir di Tana Paser dan sekitarnya, seperti di Kelurahan Tanah Grogot beberapa pekan ini setelah hujan deras, salah satu penyebabnya adalah minimnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah.

 

TANA PASER - Minimnya kesadaran warga dalam membuang sampah ini terlihat saat petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser dan warga sekitar membersihkan drainase di trotoar yang tertutup, di sepanjang Jalan Cokroaminoto dan Noto Sunardi.

Dari aksi bersih-bersih itu, Kepala DLH Paser Achmad Safari mengatakan, di satu titik parit saja, volume sampah plastik dan sampah lainnya seperti batok kelapa mencapai satu truk. Itu belum sepanjang jalan trotoar. Ini menunjukkan minimnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. "Mayoritas di parit yang ada toko pedagang berjualan," kata Safari, Jumat (1/12). 

DLH akan terus membersihkan parit tersebut khususnya sampah plastik. Mayoritas sampah plastik yang ditemukan adalah sampah botol minum. Safari mengatakan, perlu kesadaran masyarakat agar hal ini bisa berkurang. Setidaknya ini mengurangi dampak banjir yang terjadi di kota belakangan ini.

 "Upaya DLH untuk sampah ini sudah lama berjalan, yaitu pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Tanah Grogot," kata Safari. Selain itu, DLH mengimbau warga membersihkan parit sekitar permukiman masing-masing yang bisa dijangkau, tanpa harus membuka trotoar menggunakan alat berat. 

Diketahui, sepekan ini sudah dua kali Kelurahan Tanah Grogot mengalami banjir di sejumlah titik permukiman warga yang rendah. Ini terjadi setelah curah hujan yang cukup tinggi beberapa jam. Banyak warga mengeluhkan minimnya saluran air dibuat pemerintah daerah, serta banyak saluran air yang macet karena berbagai hal. 

Ketua RT 03, Desa Jone, Sugianto, mengatakan, pembersihan sampah di Desa Jone konsentrasi di Gang Amas dan parit yang menuju sungai Kandilo. Warga berinisiatif menyumbang uang untuk menyewa ekskavator mini selama 7 jam dengan biaya Rp 400 ribu per jam. (jib/far/k16)

 

 

Editor : izak-Indra Zakaria