Jelang akhir tahun, pemerintah daerah masih mengejar penerimaan pendapatan asli daerah (PAD). Seperti pajak kendaraan bermotor (PKB) di Kota Minyak yang belum mencapai target. Hal ini disampaikan Bapenda Kaltim saat menggelar razia di Terminal Balikpapan Permai.
Kasi Pembukuan dan Penagihan Bapenda UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Wilayah Balikpapan Ansari mengatakan, target PKB di Balikpapan sekitar Rp 375 miliar. Sementara, realisasi kini baru mencapai sekitar 86 persen per 23 November. “Ini sekitar Rp 307,6 miliar. Jadi, kita masih kurang Rp 67 miliar,” sebutnya.
Dia menjelaskan, seharusnya memasuki November pencapaian PAD dari PKB ini sudah lebih dari 90 persen. Namun, kenyataannya menjelang akhir November, belum mencapai target tersebut. Sementara, waktu yang tersisa kurang lebih hanya satu bulan hingga pergantian tahun.
Pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mengejar capaian PKB. Misalnya, dengan melakukan razia gabungan bersama Ditlantas Polresta Balikpapan dan Jasa Raharja. Tujuannya, menertibkan kendaraan terkait PKB. “Mudah-mudahan dengan upaya ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak,” sebutnya.
Sekaligus mendorong pemenuhan target PAD, khususnya untuk PKB tahun ini. Ansari menyebutkan, sebelumnya tidak ada penindakan kepolisian. Menurutnya, ini turut membuat tingkat kesadaran masyarakat membayar pajak berkurang. Maka upaya razia ini masih perlu dilakukan.
Dia mengakui, sebenarnya razia lebih ke roda empat karena nilai pajak lumayan besar. Namun, semua jenis kendaraan turut terpantau. “Khusus pelat luar kota, kami sekadar melakukan pendataan saja. Kami imbau untuk segera mutasi kendaraan jika berdomisili di sini,” tutupnya. (dina/ms/k15/KP)
Editor : izak-Indra Zakaria