Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

UT Makin Diminati Generasi Muda, Biaya Terjangkau, Kuliah Online, hingga Lama Studi Fleksibel

izak-Indra Zakaria • 2023-12-05 11:16:11
Photo
Photo

Empat September tadi Universitas Terbuka (UT) memasuki usia ke-39. Kehadiran UT benar-benar tanpa batas menembus hingga kawasan pinggiran dan perbatasan di Indonesia, tanpa kendala apapun dalam menimba ilmu sesuai fakultas yang dituju.

 

SAMARINDA-Perkembangan UT di Kaltim juga semakin pesat, ditandai minat kaum muda dalam mengikuti perkuliahan di universitas ini yang semakin besar. Dalam wawancara dengan Direktur Universitas Terbuka Samarinda Rusna Ristasa dengan Kaltim Post, tergambar perkembangan UT saat ini. Berikut petikan wawancaranya. 

Kaltim Post: Apa yang ditawarkan UT kepada calon mahasiswa?

Rusna: UT sebagai perguruan tinggi yang menerapkan pembelajaran jarak jauh, menggunakan sistem belajar mandiri terbimbing bagi seluruh mahasiswanya. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio, dan televisi). Adapun sistem belajar mandiri terbimbing merupakan pendekatan inovatif dalam pendidikan yang ditawarkan oleh Universitas Terbuka. Dalam sistem ini, mahasiswa akan memiliki akses ke berbagai sumber daya pendidikan, termasuk materi pembelajaran online, buku teks digital, video pembelajaran, dan lainnya. Mahasiswa memiliki fleksibilitas untuk belajar sesuai dengan ritme dan gaya belajar mereka sendiri, sambil tetap memperoleh bimbingan yang terarah dari tutor atau dosen. 

UT seperti halnya perguruan tinggi lainnya, juga menerapkan sistem kredit semester (SKS) untuk menetapkan beban studi mahasiswa. Dalam sistem ini, beban studi yang harus diselesaikan dalam satu program studi diukur dengan satuan kredit semester (SKS). Setiap mata kuliah diberi bobot 1–6 SKS. Satu semester adalah satuan waktu kegiatan belajar selama 16 minggu. Di UT, satu SKS disetarakan dengan tiga modul bahan ajar cetak. Satu modul terdiri atas 40–50 halaman, sehingga bahan ajar dengan bobot 3 SKS berkisar antara 360–450 halaman, bergantung pada jenis mata kuliahnya.

 

 

Kaltim Post: Dari sisi biaya bagaimana?

Rusna: Uang kuliah UT bergantung dari skema layanan yang dipilih mahasiswa yaitu skema layanan sistem paket semester (Sipas) atau skema non-Sips (per SKS), dan sangat terjangkau calon mahasiswa yang mempunyai semangat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan S-1 bahkan S-2. Untuk jenjang S-1 untuk program sistem paket semester kami tawarkan mulai Rp 1,3 juta hingga Rp 2,2 juta dengan fasilitas relatif tidak berbeda jauh. Untuk program non paket semester, besaran biaya kuliah ditentukan oleh banyak sedikitnya SKS yang dipilih dan program studinya. Harga per SKS-nya berkisar antara Rp 34–56 ribu. 

Kaltim Post: Rata-rata kelulusan mahasiswa UT berapa tahun?

Rusna: UT menerapkan sistem penyelesaian studi yang fleksibel. Artinya mahasiswa bisa menyelesaikan lebih cepat atau mungkin juga agak lebih lambat karena terkendala dengan kesibukan kerja. Mahasiswa punya kuasa untuk pengaturan ritme belajarnya sesuai dengan aktivitas yang dimiliki. Kalau waktu yang tersedia tidak banyak karena kesibukan bekerja, boleh mengambil SKS lebih sedikit bahkan dibolehkan juga untuk cuti sementara. Waktu penyelesaian studi di UT fleksibel, kami tidak mengenal mahasiswa drop out, bahkan kami tidak menerapkan sistem drop out kepada mahasiswa.

Syarat lulus di kami sama dengan perguruan tinggi negeri lainnya, harus membuat karya ilmiah dan memublikasikannya. Karya ilmiah di kami berupa penelitian tindakan kelas (untuk mahasiswa keguruan) dan tugas akhir program bagi mahasiswa non-keguruan, tidak dalam bentuk skripsi. Artinya persyaratan untuk lulus yang kami tetapkan tidak terlalu membebani mahasiswa.

 

Kaltim Post: Dengan sistem online diterapkan, itu artinya sampai proses pembayaran pun dilakukan dengan sistem online?

Rusna: Iya betul. Mahasiswa kami yang berada di Kabupaten Mahulu misalnya ada yang tidak pernah dan bahkan tidak perlu datang ke UT di Samarinda. Segala kegiatan pembelajaran bahkan pembayaran SPP dilakukan secara online, semua kegiatan dapat dilakukan online.

Semua program studi di Universitas Terbuka terakreditasi A dan B. UT menyelenggarakan 40 program studi yang terdiri atas 31 program sarjana, 3 program diploma, dan 6 program magister.  Universitas Terbuka memiliki unit pelaksana teknis di daerah yang disebut unit program belajar jarak jauh (UPBJJ) sebagai tempat mahasiswa untuk melakukan kegiatan administratif akademik dan kegiatan akademik. Universitas Terbuka memiliki 39 kantor layanan (UPBJJ-UT) yang tersebar di seluruh Indonesia dan 1 Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri.

 

Kaltim Post: Bagaimana dengan antusias calon mahasiswa dari Kaltim?

Rusna: Alhamdulillah dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan signifikan. Pendaftarnya menembus 7.600 orang, angka terakhir yang membayar administrasi 5.700 orang. Mahasiswa baru terbanyak berasal dari Balikpapan (mencapai 1.200 mahasiswa), disusul Samarinda dan Kubar. Penyebaran mahasiswa merata berasal dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim, termasuk Kabupaten Mahulu. Bahkan khusus Mahulu dan Kubar, pemkab-nya memberikan beasiswa. Memang ada banyak mahasiswa yang memperoleh beasiswa dari Pemprov Kaltim hingga CSR perusahaan.

Kaltim Post: Kalau melihat angka mahasiswa baru yang mendaftar, sepertinya UT termasuk favorit di kalangan generasi muda?

Rusna: Pendaftar fresh graduate (lulusan langsung dari SMA) mencapai 70 persen. Kalau tahun sebelumnya mencapai 60 persen, tahun ini ternyata meningkat 10 persen. Ini membuktikan, pertama UT sekarang kian diminati anak muda. Kedua, ada perubahan perilaku masyarakat dalam memilih perguruan tinggi untuk studi lanjut, yang semula memilih perguruan tinggi pembelajaran tatap muka beralih ke perguruan tinggi berbasis online. Kalau dalam bahasa mereka “Jangan merasa generasi milenial kalau kuliahnya masih datang ke kampus".

Dari angka yang ada, mahasiswa Kaltim yang belajar di UT mencapai 23 ribu yang teregistrasi. Angka mahasiswa aktif yang membayar uang semester secara rutin mencapai 21 ribu mahasiswa.

Kaltim Post: Mahasiswa UT yang baru lulus SMA/SMK tersebut kenapa menjadikan UT sebagai pilihan utama dalam meneruskan pendidikan?

Rusna: Sebagian besar mahasiswa baru lulus SMA/SMK bahkan ada yang mendaftar ke UT sebelum lulus. Hanya sedikit saja yang berasal dari mereka yang tidak diterima di perguruan tinggi negeri. Sekarang UT sudah menjadi pilihan pertama. Rata-rata mahasiswa yang baru lulus ingin lekas-lekas bekerja, sehingga memilih UT sebagai pilihan utama. (adv/waz/far/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#UT