Tiongkok telah memulai operasi komersial pada reaktor nuklir generasi baru yang merupakan yang pertama di dunia. Menurut sumber media pemerintah pada Rabu (06/12), Reaktor generasi keempat yang terletak di di provinsi Shandong utara Tiongkok tersebut akan difungsikan sebagai pembangkit listrik yang efisien dan ramah lingkungan.
Kantor berita Xinhua mengatakan, pembangkit listrik reaktor ini memiliki pendingin gas (HTGCR) suhu tinggi berkekuatan 200 megawatt (MW). Pembangkit ini dikembangkan bersama oleh perusahaan utilitas milik negara Huaneng, Universitas Tsinghua dan China National Nuclear Corporation,
Proyek ini dirancang untuk menggunakan bahan bakar secara lebih efisien dan meningkatkan dampak ekonomi, keselamatan, dan lingkungan. Hal ini seiring dengan tujuan Tiongkok yang beralih ke tenaga nuklir untuk mencoba memenuhi target emisi karbon. Menggunakan desain modular, pembangkit listrik berkapasitas kurang dari 300 MW yang dapat dibangun di luar lokasi.
Para pendukungnya mengatakan, proyek ini dapat beroperasi di lokasi terpencil dan memberikan listrik pada sektor industri berat yang biasanya sulit untuk dihilangkan. namun para pengkritiknya mengatakan bahwa hal tersebut terlalu mahal. Sebagai informasi, China memiliki target untuk menghasilkan 10 persen listrik dari nuklir pada tahun 2035 dan 18 persen pada tahun 2060.
namun hingga September tahun ini, negara tirai bambu tersebut belum mencapai target pada tahun 2020 untuk memasang kapasitas nuklir sebesar 58 gigawatt.
Tiongkok juga belum menandatangani janji 20 negara pada konferensi iklim COP 28 yang diadakan di Dubai untuk melipatgandakan kapasitas pembangkit listrik tenaga nuklir pada tahun 2050. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria