Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kisah Daniel Mahendra, Dari Sawah ke Pembangkit Listrik

izak-Indra Zakaria • 2023-12-25 11:52:19
DARI NOL:  Daniel Mahendra Yuniar (ketiga kiri) menjadi salah satu figur pemuda sukses yang memulai karier dari banyak pengalaman.
DARI NOL: Daniel Mahendra Yuniar (ketiga kiri) menjadi salah satu figur pemuda sukses yang memulai karier dari banyak pengalaman.

DANIEL Mahendra Yuniar tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah drastis. Dari seorang anak petani yang hidup sederhana, kini menjadi pimpinan tiga perusahaan pembangkit listrik di Kaltim. Bagaimana kisah perjuangan Daniel, hingga mencapai posisi tersebut?

Daniel lahir di Samarinda pada 13 Juni 1982. Ia adalah anak pertama dari Anang Sukardi dan Suwarti, pasangan petani yang tinggal di Jawa Tengah. Sejak kecil, Daniel sudah memiliki semangat belajar yang tinggi. Ia ingin mengubah nasib keluarganya dengan pendidikan.

"Saya ingat kata-kata ayah saya. Bahwa pendidikan itu utama. Kalau niatan bekerja, jangan sekolah. Sekolah itu untuk menimba ilmu, bukan tempat mencari pekerjaan. Seriuslah, kelak ilmu yang akan menuntunmu pada pekerjaan yang baik," ujar Daniel.

Daniel menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Jateng. Setelah lulus SMA pada 2000, ia memutuskan untuk merantau ke tanah kelahirannya, Kaltim. Ia ingin melanjutkan kuliah, meski dengan segala keterbatasan.

"Jadi menuju tahun 2001 itu saya belum dinyatakan lulus, tapi sudah duluan berangkat. Memang percaya dirinya berlebihan. Karena saya niatannya memang ingin lanjut sekolah, jadi harus siap," ceritanya.

Daniel mendaftar di Fakultas Perikanan Unmul Samarinda. Namun, ia mengalami kesulitan dalam membayar SPP. Ia hanya memiliki uang Rp 485 ribu, sedangkan SPP per semester Rp 600 ribu. Ia pun bekerja sebagai kuli angkut yang dibayar Rp 8.500 per hari.

"Nasib berkata lain, saya mendapat pekerjaan sebagai wakar sebuah hotel di Samarinda. Saya ngomong ke pemilik hotel untuk bantu dana. Alhamdulillah diberi untuk membayar kekurangan SPP," jelasnya.

Daniel tidak menyerah dengan kondisinya. Ia terus berusaha menyelesaikan kuliahnya. Ia juga menyambi sebagai tenaga pendidik di sekolah Samarinda dan menguli. Gajinya pun beragam dari seribu rupiah per jam hingga Rp 50 ribu.

Pada 2003, Daniel membawa orangtuanya ke Kaltim untuk berobat. Ia mendengar ada tukang pijat yang bisa menyembuhkan strok. "Jadi, ke sini naik kapal Tidar dan kami tidur di poskamling Kelambu Kuning, Tenggarong selama dua hari," ungkapnya.

Daniel terus berjuang dengan keluarganya. Ia berhasil lulus kuliah pada 2004 dengan berjualan sayur sawi. Di sinilah mentalitas entrepreneur menguat dalam dirinya. Daniel mengembangkan usaha sayurnya hingga melebarkan sayap di bidang konstruksi dan peternakan.

Ia juga melanjutkan kuliah S-2 Hukum Bisnis di Universitas Merdeka Malang dari 2012–2014. "Di situ saya bertemu banyak orang dari berbagai latar belakang," lanjut Daniel.

Daniel bersyukur, di antara orang baru yang ia jumpai di sana, salah satunya adalah Dahlan Iskan, mantan menteri BUMN, sosok yang diidolakannya sejak lama. Pertemuan itu pun diwarnai diskusi tentang perusahaan pembangkit listrik milik Dahlan yang sempat berhenti beroperasi.

Daniel masih melihat potensi besar dari perusahaan tersebut dan dari hasil diskusi meyakinkan Dahlan bahwa perusahaan tersebut masih bisa bangkit. Pertemuan itu pun mengantar Daniel menjadi pimpinan PT Cahaya Fajar Kaltim, Indonesia Energi Dinamika dan Kaltim Elektrik Power.

Ia bertanggung jawab atas banyak hal, termasuk kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar. Sejak 2022 akhirnya Daniel resmi menjadi CEO di perusahaan pembangkit listrik tersebut.

Moto hidup Daniel adalah menyuguhkan versi terbaik diri dalam setiap peran di kehidupan. "Kalau di rumah sebagai ayah dan suami sekaligus anak bagi orangtuanya ya dilakoni dengan versi terbaik. Kalau di kantor menjadi pimpinan akan berbuat yang terbaik. Kalau di warung kopi pun saya ingin menjadi teman obrolan terbaik," katanya.

Daniel adalah contoh nyata bahwa dengan kerja keras, semangat dan kepercayaan diri, seseorang bisa meraih mimpi-mimpinya. Ia juga menginspirasi banyak orang dengan kisahnya yang penuh liku. Dari seorang anak petani yang hidup sederhana, kini menjadi pimpinan tiga perusahaan pembangkit listrik di Kaltim. (qi/kri/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria