SANGATTA - Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kutim Dyah Ratnaningrum mengungkapkan, di Desa Himba Lestari terdapat lima kelompok tani yang menanam nanas. "Mereka telah memiliki kurang lebih 120 hektare lahan yang ditanami nanas," ungkapnya.
Kata dia, sejauh ini kelompok petani nanas di Desa Himba Lestari mampu menanam nanas secara mandiri tanpa bantuan pemerintah, hingga menjadi produk unggulan di pasaran.
Kendati demikian, pada tahun ini Dinas TPHP menyerahkan bantuan alat angkut untuk lima kelompok tani di Desa Himba Lestari sebanyak enam unit.
Hal tersebut dilakukan, sebab melihat lokasi lahan tanaman nanas Desa Himba Lestari berada di lereng gunung. Sehingga, dibutuhkan alat angkut untuk mengeluarkan hasil panen buah nanas. "Mereka melakukan pemasaran nanas keluar Kutai Timur dan peminatnya itu banyak dari Berau, hingga Tarakan di Kaltara," terangnya.
Lebih jauh, ia mengungkapkan, bahwa ada perusahaan kertas yang beroperasi di Desa Himba Lestari dan bersedia mendukung perkembangan buah nanas.
"Belum lama ini, pihak PT Kiani Lestari menyanggupi lahan 50 ribu hektare untuk pengembangan nanas di sana. Nanti, tinggal kita tunggu dari petani sanggup mengolah berapa," jelasnya.
Perlu diketahui, nanas dari Desa Himba Lestari berbeda dengan nanas pada umumnya. Di mana, nanas yang dihasilkan mirip dengan nanas madu namun ukuran buahnya lebih besar dibanding nanas madu. Saat ini, nanas tersebut dalam proses pengujian DNA di Bogor. Selanjutnya, akan launching varietas nanas Himba Lestari. (*/kai/ind/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria